Kim Jong-un Kirim Surat Ulang Tahun ke Putin, Janji Pererat Aliansi

- Kim Jong-un mengirim surat ulang tahun kepada Vladimir Putin, menegaskan komitmen Pyongyang memperdalam kemitraan strategis komprehensif dan aliansi dengan Rusia.
- Komitmen Korut terkait pakta pertahanan 2024 dan dukungan militernya bagi Rusia dalam perang Ukraina; intelijen Korsel mencatat ribuan tentara Korut tewas atau terluka.
- Dukungan Kim muncul saat Seoul dan Kyiv tegang setelah Zelenskyy mengungkap pemindahan dua tentara Korut tertangkap ke tahanan Korsel, yang diprotes pemerintah Seoul.
Take a Deeper Reads

Jakarta, IDN Times – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un menyatakan komitmennya untuk memperdalam kemitraan strategis komprehensif dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui surat ulang tahun pada Rabu (7/10/2026). Pernyataan tersebut menjadi bentuk dukungan penuh Pyongyang terhadap Moskow.
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) menyebut Kim menyampaikan sapaan hangat kepada Putin pada awal dan akhir surat. Ia juga menegaskan pilihannya untuk mempertahankan serta mengembangkan hubungan kedua negara.
“Ini adalah kebijakan teguh pemerintah DPRK dan pilihan saya yang tidak tergoyahkan untuk mementingkan kemitraan strategis komprehensif dan aliansi yang ditempa dengan Federasi Rusia yang bersaudara dan untuk secara mantap memperluas dan mengembangkan kerja bersama,” tulis Kim, dikutip Korea JoongAng Daily.
1. Korut lanjutkan pakta pertahanan Rusia

Bendera Korea Utara (unsplash.com/Mike Bravo) Komitmen memperluas aliansi Korut dan Rusia berkaitan dengan pakta pertahanan bersama yang disepakati pada Juni 2024. Kesepakatan tersebut menjadi landasan dukungan militer Korut kepada Rusia dalam perang melawan Ukraina.
Kim juga menyampaikan keyakinannya bahwa perang yang disebutnya sebagai perang suci keadilan rakyat Rusia demi kedaulatan dan keutuhan wilayah akan berakhir dengan kemenangan. Dalam surat itu, ia kembali menyatakan dukungannya kepada Putin dan Rusia.
“Saya menegaskan kembali dukungan saya yang tidak berubah untuk Anda dan Federasi Rusia,” tambah Kim dalam surat tersebut, dikutip CNA.
2. Korut kirim pasukan dukung Rusia

ilustrasi militer (pexels.com/Somchai Komkamsri) Korut menjadi sekutu penting Kremlin sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada 2022. Pyongyang memerintahkan pengiriman pasukan untuk mendapatkan manfaat ekonomi serta teknologi militer dari Moskow.
Berdasarkan penilaian terbaru Badan Intelijen Korea Selatan (Korsel), sekitar 2 ribu tentara Korut tewas pada tahun lalu. Sekitar 6 ribu tentara lainnya dilaporkan tewas atau terluka.
3. Seoul tegang hadapi Kyiv

Bendera Korea Selatan (pexels.com/byunghyun) Pernyataan dukungan Kim muncul ketika hubungan Seoul dan Kyiv memanas setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkap pemindahan dua tentara Korut yang ditangkap ke tahanan Korsel. Pengungkapan tersebut memicu keberatan dari pemerintah Korsel.
Pemerintah Korsel mengecam tindakan itu karena dinilai membocorkan operasi rahasia. Ketegangan tersebut menyulitkan permintaan bantuan senjata dari Ukraina karena aturan dalam negeri Korsel melarang pasokan senjata mematikan kepada negara yang sedang berperang, sementara Zelenskyy menilai Pyongyang siap menambah pasukannya.























