Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Qatar dan Prancis Desak Implementasi Penuh Gencatan Senjata Gaza
Israel Defense Forces (Israel Defense Forces, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Qatar dan Prancis mendesak Israel menarik penuh pasukannya dari Gaza, membuka akses bantuan kemanusiaan, serta menghentikan permukiman ilegal dan kekerasan pemukim di Tepi Barat.
  • Kedua negara mendukung pelaksanaan kesepakatan Lebanon untuk memulihkan kedaulatan, melucuti Hizbullah, dan menarik militer Israel, sambil menyerukan dukungan internasional berkelanjutan bagi Lebanon.
  • Qatar dan Prancis mengutuk serangan Iran di kawasan, mendorong diplomasi atas program nuklirnya, serta sepakat memperkuat kerja sama pertahanan, keamanan, dan ekonomi bilateral.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Qatar dan Prancis mengeluarkan komunike bersama yang menyerukan penarikan penuh militer Israel dari Gaza di bawah kesepakatan gencatan senjata. Pernyataan resmi ini disepakati menyusul pembicaraan tingkat tinggi antara Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Doha, Qatar, Rabu (21/10/2026).

Pertemuan dalam rangkaian kunjungan Presiden Prancis ke kawasan Teluk tersebut membahas perkembangan situasi di Gaza, Lebanon, dan Iran. Berdasarkan pernyataan resmi, kedua pemimpin menegaskan pentingnya pendekatan diplomasi guna memastikan stabilitas kawasan serta kepatuhan terhadap kesepakatan internasional.

1. Implementasi gencatan senjata Gaza dan situasi di Tepi Barat

Gaza (pexels.com/Mohamed Zarandah)

Dilansir TRT World, Qatar dan Prancis menuntut penarikan menyeluruh dan tertib dari angkatan bersenjata Israel dari Gaza sesuai kerangka kerja gencatan senjata yang telah disetujui. Kedua negara juga mendesak penyaluran bantuan kemanusiaan secara mendesak, aman, dan tanpa hambatan ke seluruh kawasan kantong tersebut. Selain itu, mereka menuntut penghentian segera perluasan permukiman ilegal di seluruh Tepi Barat yang diduduki.

Doha dan Paris menegaskan kembali penolakan keras terhadap aneksasi apa pun atas wilayah Tepi Barat. Kedua negara menuntut penghentian kebijakan permukiman ilegal Israel serta kekerasan yang dilakukan oleh para pemukim. Sikap tersebut dituangkan secara resmi dalam komunike yang dirilis Kementerian Luar Negeri Qatar.

Kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen bersama terhadap penyelenggaraan pemilihan umum nasional Palestina. Mereka juga menyatakan "dukungan untuk solusi dua negara" yang layak antara Palestina dan Israel.

2. Kerangka kerja trilateral Lebanon dan stabilitas maritim Selat Hormuz

Kapal militer AS di Selat Hormuz (Official U.S. Navy Page from United States, Public Domain, via Wikimedia Commons)

Terkait perkembangan di Lebanon, Qatar dan Prancis mendukung implementasi penuh perjanjian kerangka kerja trilateral yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut ditujukan untuk memulihkan kedaulatan Lebanon, melucuti senjata kelompok Hizbullah, dan mengamankan penarikan penuh militer Israel. Kedua pemimpin menegaskan pentingnya kehadiran internasional dalam mendukung pemerintahan Lebanon.

Kedua belah pihak turut memperingatkan munculnya potensi kekosongan keamanan begitu misi pasukan penjaga perdamaian PBB menyelesaikan masa mandatnya. Mereka mendesak adanya dukungan internasional yang berkelanjutan bagi Angkatan Bersenjata Lebanon serta lembaga-lembaga negara. Peringatan tersebut menjadi salah satu fokus perhatian dalam pembahasan stabilitas kawasan.

Pada ranah stabilitas maritim kawasan, kedua negara menyerukan pemulihan segera transit maritim yang bebas biaya dan tanpa hambatan melalui Selat Hormuz yang strategis. Pemerintah Prancis secara khusus mengapresiasi upaya mediasi diplomatik Qatar dalam meredakan ketegangan di berbagai titik konflik regional. Di samping itu, kedua negara menyatakan kesiapan untuk mendukung inisiatif pemulihan ekonomi dan stabilisasi bersama otoritas Suriah.

3. Penyelesaian diplomatik isu Iran dan penguatan kerja sama bilateral

Presiden Prancis Emmanuel Macron (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Mengenai ketegangan yang melibatkan Iran, kedua pemimpin negara mengutuk "serangan militer Iran terhadap negara-negara di kawasan yang merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional". Mereka menyatakan dukungan terhadap upaya diplomatik permanen guna mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh Iran. Secara khusus, upaya diplomatik tersebut ditujukan untuk menjamin bahwa program nuklir Teheran sepenuhnya bersifat damai dan dapat diverifikasi.

Di luar pembahasan isu keamanan kawasan, pemerintah Qatar dan Prancis sepakat untuk memperdalam kemitraan antarkedua negara. Mereka bersepakat memperkuat kerja sama bilateral di bidang pertahanan, keamanan, dan ekonomi. Pembahasan kerja sama bilateral tersebut dilakukan di sela-sela tur kunjungan Presiden Macron ke kawasan Teluk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article