Jakarta, IDN Times – Menteri Energi Qatar Saad al-Kaabi memperingatkan perang yang melibatkan Iran berpotensi menghentikan ekspor energi dari kawasan Teluk apabila konflik berlangsung selama beberapa minggu. Situasi tersebut dinilai dapat memicu lonjakan harga energi di berbagai negara sekaligus mengganggu pertumbuhan ekonomi global.
Dalam wawancara dengan The Financial Times yang terbit pada Jumat (6/3/2026), Kaabi menjelaskan konflik berkepanjangan akan berdampak pada pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dunia.
“Harga energi semua orang akan menjadi lebih tinggi. Akan ada kekurangan beberapa produk dan akan ada reaksi berantai dari pabrik-pabrik yang tidak dapat memasok,” ujarnya, dikutip dari BBC.
Ia juga memperkirakan harga minyak dapat melonjak hingga sekitar 150 dolar AS per barel (setara Rp2,5 juta per barel) apabila konflik tak segera mereda.
