Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perang AS-Israel Vs Iran, Dubes RI: Opsi Keluar Qatar Belum Terjamin Keamanannya

Perang AS-Israel Vs Iran, Dubes RI: Opsi Keluar Qatar Belum Terjamin Keamanannya
Suasana di Doha, Qatar. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
  • Dubes RI di Qatar menegaskan opsi keluar dari Qatar belum aman akibat penutupan ruang udara dan situasi konflik Iran, Amerika Serikat, serta Israel yang masih memanas.
  • Pemerintah Qatar menjamin infrastruktur penting seperti listrik, air, internet, dan komunikasi tetap berfungsi normal sehingga kebutuhan dasar WNI masih terpenuhi.
  • KBRI Doha terus memantau kondisi harian, mengimbau WNI untuk tetap tenang, patuhi instruksi otoritas setempat, serta selalu siap dengan kebutuhan darurat dan dokumen penting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Qatar Syahda Guruh Langkah Samudera, buka suara soal kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Qatar berkenaan dengan penutupan ruang udara di tengah eskalasi konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang pecah sejak Sabtu, 28 Februari 2026.

Dia mengatakan, sampai saat ini opsi untuk meninggalkan Qatar termasuk melalui jalur darat belum terjamin keamanannya, walaupun dimungkinkan untuk dieksplorasi. Opsi ini, kata dia, tidak diabaikan dan tetap menjadi pertimbangan sesuai dengan pertimbangan tingkat keamanan dan posibilitas.

"Kami mencatat beberapa negara atau perusahaan menyarankan warga negaranya atau stafnya melakukan evakuasi mandiri menggunakan transportasi komersial. Namun demikian, mengingat ruang udara dan pelayanan penerbangan masih tertutup, opsi ini menjadi sangat terbatas," kata dia dalam keterangan video, Rabu (4/3/2026).

1. Hingga saat ini situasi kawasan masih sangat dinamis

Ilustrasi pesawat Qatar Airways (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Ilustrasi pesawat Qatar Airways (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Dia menjelaskan, hingga saat ini situasi kawasan masih sangat dinamis karena adanya aktivitas keamanan di kawasan yang berdampak pula di Qatar.

"Kami memahami sepenuhnya bahwa situasi keamanan yang berkembang menimbulkan kekhawatiran bagi warga negara Indonesia di Qatar. Kekhawatiran tersebut adalah hal yang wajar, terlebih ketika menyangkut keselamatan diri dan keluarga," katanya.

Maka, sesuai dengan instruksi keamanan pemerintah negara Qatar, tetap berada di tempat tinggal masing-masing atau shelter in place merupakan pilihan yang paling tepat saat ini.

2. Infrastruktur listrik, air, internet, komunikasi tetap berfungsi baik

Flight information display system Doha (dok. Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine)
Flight information display system Doha (dok. Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine)

Syahda juga menjelaskan, infrastruktur penting seperti listrik, air, internet, komunikasi tetap berfungsi dengan baik. Kebutuhan sehari-hari pun tetap mudah diakses setelah operasi keamanan pemerintah Qatar memberikan jaminan perlindungan bagi instruksi shelter in place tersebut dengan baik.

3. Lakukan penilaian situasi keamanan secara harian

Para pengendara melintas di dekat kepulan asap yang dilaporkan berasal dari serangan Iran di kawasan industri Doha, Qatar pada 1 Maret 2026. (MAHMUD HAMS/AFP)
Para pengendara melintas di dekat kepulan asap yang dilaporkan berasal dari serangan Iran di kawasan industri Doha, Qatar pada 1 Maret 2026. (MAHMUD HAMS/AFP)

Dia menjelaskan, KBRI melakukan penilaian situasi keamanan secara harian berdasarkan imbauan otoritas tempat, perkembangan di lapangan, dan koordinasi dengan berbagai pihak guna memberikan opsi secara terukur pada WNI guna hadapi situasi ini bersama-sama.

"Untuk itu kami sekali lagi mengimbau agar warga negara Indonesia di Qatar untuk pertama memperhatikan dan mematuhi imbauan dan anjuran otoritas setempat, menyiapkan kebutuhan dasar yang mencukupi dan tas darurat berisi dokumen penting, obat-obatan pelibadi, dan hal-hal esensial lainnya, memastikan telepon seluler selalu aktif dan mengikuti informasi resmi dari KBRI, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, dan kelima melaporkan diri guna KBRI dapat memonitor keberadaan dan sebaran warga negara Indonesia di Qatar melalui mekanisme lapor diri,"ujarnya.

Dia meminta WNI yang ada di Qatar tetap tenang, disiplin, solid, dan saling membantu, tidak panik namun tetap waspada.

"KBRI Doha akan terus bersama bapak dan ibu, saudara dan saudari warga negara Indonesia di Qatar. Silahkan hubungi hotline KBRI yang tersedia 24 jam, sosial medianya, dan kami secara langsung apabila diperlukan," katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More