ilustrasi bendera Arab Saudi. (unsplash.com/ Akhilesh Sharma)
Selain di Qatar, serangan Iran juga merembet ke sejumlah negara Teluk lainnya. Di wilayah Arab Saudi, dua drone bersenjata menargetkan kilang minyak Ras Tanura milik raksasa energi Saudi Aramco. Serangan itu memicu kebakaran kecil dan memaksa manajemen perusahaan untuk menghentikan sebagian operasional kilangnya.
Sementara itu, wilayah utara Kuwait juga terdampak akibat rentetan pencegatan drone yang menargetkan fasilitas vital miliknya. Pecahan drone yang berhasil dicegat dilaporkan jatuh tepat di area kilang Mina Al Ahmadi, sehingga melukai dua orang pekerja di lokasi. Kementerian Kesehatan Kuwait mengonfirmasi sedikitnya 19 orang terluka di seluruh negeri akibat insiden serangan udara tersebut.
Kekacauan di ruang udara Kuwait juga memicu insiden salah tembak yang melibatkan armada tempur militer AS. Tiga jet tempur F-15E Strike Eagle milik AS dilaporkan hancur usai secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Kuwait. Beruntung, Komando Pusat AS memastikan bahwa keenam kru penerbang militer tersebut berhasil melontarkan diri dengan selamat.
Di wilayah laut Bahrain, puing-puing rudal yang dicegat menghantam sebuah kapal komersial di kota pelabuhan Salman, yang memicu kebakaran fatal. Insiden tragis ini menewaskan sedikitnya satu pekerja migran asal Asia serta menyebabkan dua orang pekerja lainnya menderita luka serius. Secara keseluruhan, rangkaian serangan Iran di kawasan Teluk sejauh ini telah menewaskan enam orang dan melukai lebih dari 100 penduduk.