Comscore Tracker

Gantikan Cui Tiankai, China Kirim Duta Besar Baru ke AS

Qin Gang: akan berupaya bawa China-AS pada jalurnya 

Washington, IDN Times - Duta Besar China yang baru untuk Amerika Serikat (AS), Qin Gang (55) tiba di Washington pada hari Rabu (28/7/2021). Qin Gang menggantikan Cui Tiankai (68), yang merupakan duta besar terlama China untuk AS dengan masa jabatan delapan tahun, di tengah ketegangan hubungan antara dua ekonomi terbesar di dunia itu.

Selama beberapa tahun ini hubungan antara Beijing dan Washington tidak begitu baik, terutama selama pemerintahan AS sebelumnya di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, di mana hubungan kedua negara ini merosot ke titik terendah sejak pembentukan hubungan diplomatik pada tahun 1979, dengan berbagai konflik, mulai dari perdagangan dan teknologi, hingga mengenai Hongkong, Taiwan, Xinjiang, dan Laut China Selatan.

1. Qin Gang datang ketika hubungan China-AS berada di titik terendah dalam beberapa dekade

Gantikan Cui Tiankai, China Kirim Duta Besar Baru ke ASDuta Besar Qin Gang (kedua dari kiri) setibanya di Amerika Serikat pada hari Rabu (28/7/2021). (Twitter.com/ChinaAmbinUS)

Qin Gang tiba di AS pada hari Rabu untuk mengisi jabatan yang menurut sebuah pernyataan dari Kedutaan Besar China, dikosongkan bulan lalu oleh duta besar lama, Cui Tiankai. 

Kedatangan Qin ke AS terjadi beberapa hari setelah pembicaraan tingkat tinggi di kota Tianjin, China utara, antara Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi, yang mana saat pertemuan tersebut terjadi, Beijing mendesak Washington untuk berhenti mengkritik sistem politik China, membatalkan semua sanksi dan tarif, serta menjauh dari urusan Hong Kong, Taiwan, dan Xinjiang.

China dan AS sedang berselisih tajam soal sejumlah masalah, termasuk perdagangan, teknologi, keamanan siber, hak asasi manusia, dan kebijakan luar negeri China yang semakin tegas di bawah Presiden Xi Jinping.

Qin mengungkapkan bahwa suatu kehormatan besar dapat menjadi Duta Besar Republik Rakyat China untuk Amerika Serikat. Walaupun hubungan China dengan AS dipenuhi dengan liku-liku, akan tetapi Qin optimis untuk masa depan hubungan China-AS.

"Saya berharap dapat bekerja sama dengan mereka untuk menjaga fondasi hubungan China-AS, menjunjung tinggi kepentingan bersama kedua bangsa, dan berusaha membawa hubungan China-AS kembali ke jalurnya, membuka jalan bagi kedua negara untuk rukun, satu sama lain saling menghormati, kesetaraan, win-win cooperation, dan hidup berdampingan secara damai, dari kemungkinan menjadi kenyataan," ungkap Qin dalam keterangan persnya dan dikutip dari laman resmi Kedutaan Besar China untuk Amerika Serikat, china-embassy.org.

Menurut survei yang dirilis awal bulan ini oleh Pew Research Center, Hubungan China dengan Barat, dan khususnya dengan AS, telah berkembang jauh lebih rumit sejak Beijing terakhir kali menunjuk seorang utusan ke Washington delapan tahun yang lalu. Survei tersebut memaparkan bahwa sekitar 76 persen orang Amerika mengatakan mereka memandang negara berpenduduk terpadat di dunia itu secara tidak baik, yang mana persentase naik tiga poin dari tahun lalu, dikutip dari Bloomberg.

2. Sepak terjang Qin Gang dalam percaturan perpolitikan global

Gantikan Cui Tiankai, China Kirim Duta Besar Baru ke ASDuta Besar Qin Gang berbicara kepada media China dan AS setibanya di Amerika Serikat pada hari Rabu (28/7/2021). (Twitter.com/ChinaAmbinUS)

Baca Juga: Pengusaha Babi di China Dihukum 18 Tahun Penjara Karena Terlalu Vokal

Berdasarkan dari laporan AP News, Qin merupakan salah satu dari sembilan wakil menteri luar negeri China dan telah menjadi juru bicara kementerian luar negeri sebanyak dua kali (dari 2006-2010 dan 2011-2014), serta dikenal karena sikapnya yang tegas, sering membuat komentar tajam, dan penanganannya yang tanpa kompromi terhadap media asing dalam membela citra China.

Berdasarkan biografinya di laman resmi Kementerian Luar Negeri China, portofolio pengalamannya mencakup urusan dan protokol Eropa, belum memiliki pengalaman yang bertanggung jawab langsung atas hubungan dengan AS. Akan tetapi, pengalamannya sebagai kepala protokol dan bekerja langsung dengan Xi, serta memiliki pengalaman luas mendampingi para pemimpin China di luar negeri, melayani tiga tur di Kedutaan Besar China di London, membuatnya menjadi salah satu diplomat China yang disegani.

Pada tahun 2018, Qin pernah menyerang balik rocker California, Guns N' Roses, yang judul albumnya 'Chinese Democracy' menyinggung beberapa orang China, dengan mengatakan "banyak orang tidak menyukai jenis musik ini" dan bahwa itu "terlalu berisik dan riuh".

Sejak penunjukkan Qin, para pengamat diplomasi China telah memperdebatkan apakah dia akan membawa gaya 'prajurit serigala' China yang kontroversial ke posisi diplomatik terpenting. 

3. Xi: tidak akan pernah membiarkan pasukan asing menggertak, memaksa, dan memperbudak China

Gantikan Cui Tiankai, China Kirim Duta Besar Baru ke ASBendera Tiongkok. (Unsplash.com/Macau Photo Agency)

Presiden China Xi Jinping, telah mengisyaratkan kesediaan untuk mempertahankan sikap tegas dalam konstelasi perpolitikan global. Dalam pidato yang menandai peringatan 100 tahun Partai Komunis yang berkuasa bulan ini, Xi bersumpah bahwa China "tidak akan pernah membiarkan pasukan asing menggertak, memaksa, dan memperbudak kita".

Di sisi lain, Biden telah mempertahankan tekanan pada China, meningkatkan sanksi terhadap pejabat China dan bersumpah bahwa negara itu (China) tidak akan menggantikan Amerika Serikat sebagai pemimpin global dunia di bawah pengawasannya.

Dilansir Reuters, Jabatan duta besar AS untuk China telah kosong sejak bulan Oktober, ketika Terry Branstad dari Partai Republik mengundurkan diri untuk membantu kampanye pemilihan kembali Trump.

Dengan banyak jabatan duta besar AS untuk negara-negara sekutu yang masih belum terisi, Biden belum mencalonkan pengganti ke China, meskipun dari laporan New York Times pada bulan Mei, Biden memiliki rencana untuk menunjuk mantan duta besar untuk NATO, Nicholas Burns yang dianggap sebagai kandidat favorit di kalangan kebijakan luar negeri.

Baca Juga: Dituduh Provokasi, Miliarder China Divonis 18 Tahun Penjara

Rahmah N Photo Verified Writer Rahmah N

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya