Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
RI Bidik Investasi hingga AI Lewat Kemitraan dengan Rusia
RI Bidik Investasi hingga AI Lewat Kemitraan dengan Rusia
  • Airlangga Hartarto menegaskan Rusia sebagai mitra strategis Indonesia dalam investasi, perdagangan, industri, dan teknologi dengan nilai perdagangan bilateral hampir Rp89,5 triliun pada 2025.
  • Penandatanganan FTA Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia pada Desember 2025 membuka peluang baru bagi dunia usaha melalui perluasan akses pasar dan kemudahan perdagangan dengan Rusia serta negara EAEU lainnya.
  • Kerja sama masa depan difokuskan pada pengembangan AI, energi, hilirisasi industri, dan transformasi digital untuk mendukung pembangunan nasional serta memperkuat hubungan masyarakat kedua negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, Rusia menjadi salah satu mitra strategis Indonesia dalam mendukung transformasi ekonomi nasional melalui penguatan investasi, perdagangan, industri, hingga teknologi.

Hal tersebut disampaikan Airlangga saat menghadiri perayaan Hari Nasional Rusia di Jakarta, Senin (29/6/2026). Menurut Airlangga, hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia yang telah berlangsung selama 76 tahun terus berkembang atas dasar saling menghormati dan kepentingan bersama.

Ia mengatakan, kerja sama kedua negara kini mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari politik, perdagangan, investasi, energi, pertahanan, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi hingga pertukaran budaya.

1. Nilai perdagangan hampir sentuh Rp89,5 triliun

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan pidato di National Day Rusia di Jakarta. (IDN Times/Marcheilla)

Airlangga mengungkapkan hubungan ekonomi kedua negara menunjukkan tren positif.

“Pada tahun 2025, total nilai perdagangan bilateral kita hampir mencapai 5 miliar dolar AS (setara Rp89,5 triliun), yang mencerminkan pertumbuhan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.

Ia juga menyebut, investasi Rusia di Indonesia dalam dua tahun terakhir telah mencapai hampir setengah miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut Airlangga, hubungan ekonomi tersebut diperkuat melalui Sidang Komisi Bersama Indonesia-Rusia di Kazan yang dipimpinnya bersama Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia Denis Manturov. Ia optimistis kerja sama kelembagaan yang kuat akan menjadi fondasi penting bagi peningkatan hubungan ekonomi kedua negara.

2. FTA Indonesia-EAEU jadi peluang baru dunia usaha

Perayaan National Day Rusia di Jakarta, dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Airlangga mengatakan, penandatanganan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia pada Desember 2025 menjadi tonggak penting dalam hubungan ekonomi kedua negara.

“Perjanjian ini akan memperluas akses pasar, mempermudah perdagangan, dan meningkatkan keterlibatan dunia usaha Indonesia dengan negara-negara Uni Ekonomi Eurasia, termasuk Rusia,” katanya.

Selain itu, Indonesia juga akan berpartisipasi sebagai negara mitra dalam pameran industri internasional INNOPROM di Yekaterinburg. Menurut Airlangga, forum tersebut menjadi kesempatan untuk mempertemukan pelaku industri kedua negara dalam sektor manufaktur, teknologi industri maju, komponen otomotif, energi, hingga inovasi digital.

3. Kerja sama AI, energi hingga hilirisasi jadi fokus baru

Ilustrasi kecerdasan buatan. (Pexels.com)

Ke depan, Airlangga mengatakan, Indonesia dan Rusia akan memperluas kerja sama pada berbagai sektor yang mendukung agenda pembangunan nasional.

“Kolaborasi di masa depan dapat mendukung transformasi ekonomi Indonesia, khususnya dalam pengembangan industri, hilirisasi, pembangunan infrastruktur, ketahanan energi, transformasi digital, teknologi kecerdasan buatan (AI), ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti semakin eratnya hubungan antarmasyarakat melalui meningkatnya jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia.

Menurut Airlangga, penerbangan langsung Moskow-Denpasar yang kini beroperasi tiga kali setiap pekan menjadi salah satu faktor yang memperkuat hubungan kedua negara. Bahkan, saat ini tengah dibahas rencana pembukaan rute penerbangan langsung dari Siberia menuju Bali.

“Indonesia tetap berkomitmen memperkuat kemitraan strategis dengan Rusia sejalan dengan prioritas pembangunan nasional dan visi Asta Cita,” kata Airlangga.

Editorial Team

Related Article