Jakarta, IDN Times - Setidaknya 3.200 orang menggelar unjuk rasa di Lyon, Prancis, pada Sabtu (21/2/2026). Massa memberikan penghormatan terakhir kepada aktivis sayap kanan Quentin Deranque yang tewas akibat bentrokan politik. Para peserta aksi mengenakan pakaian serba hitam sambil membawa spanduk menuntut keadilan bagi Quentin.
Kematian pemuda berusia 23 tahun tersebut memicu ketegangan antara kelompok sayap kanan dan sayap kiri radikal. Insiden ini terjadi tepat menjelang pemilihan presiden Prancis pada 2027 mendatang. Pemerintah menerjunkan pengamanan ketat untuk mencegah kerusuhan lanjutan.
