Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Prancis dan Aljazair Sepakat Perbarui Perjanjian Keamanan

Prancis dan Aljazair Sepakat Perbarui Perjanjian Keamanan
ilustrasi bendera Aljazair (unsplash.com/tomarquize)
Intinya Sih
  • Prancis dan Aljazair sepakat memperbarui perjanjian keamanan melalui kunjungan Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, guna memulihkan hubungan diplomatik yang sempat tegang sejak 2024.
  • Kedua negara berencana mengaktifkan kembali kerja sama intelijen untuk melawan terorisme, penyelundupan narkoba, serta membahas isu ekstradisi dan pemulangan warga ilegal.
  • Langkah ini menjadi bagian dari strategi baru Prancis dalam mempertahankan pengaruhnya di Afrika Barat setelah menarik pasukan dari beberapa negara dan menghadapi meningkatnya sentimen anti-Prancis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Prancis dan Aljazair sepakat untuk memperbarui perjanjian keamanan. Kesepakatan baru ini disetujui bersamaan dengan kunjungan Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez ke Aljir. 

“Kedua negara sudah menyetujui reaktivasi sebuah mekanisme kerja sama keamanan tingkat tinggi. Kunjungan ini juga untuk mengembalikan hubungan keamanan antara Prancis dan Aljazair,” ungkapnya, dikutip dari Africa News, Kamis (19/2/2026).

Beberapa tahun terakhir, hubungan diplomatik Prancis dan Aljazair merenggang imbas beberapa masalah. Aljazair bahkan sudah menetapkan kolonialisme Prancis sebagai sebuah tindakan kriminalitas dan menuntut permintaan maaf resmi. 

1. Redam ketegangan antara Prancis dan Aljazair

Kunjungan Nunez ke Aljazair ini berkaitan pemulihan kembali hubungan baik kedua negara. Sebab, Prancis dan Aljazair telah terlibat ketegangan yang memuncak pada 2024 usai Prancis mengakui Sahara Barat sebagai teritori Maroko. 

Kemudian, tensi ditambah dengan kasus penahanan jurnalis Prancis, Christophe Gleizes dan penculikan influencer Aljazair di dekat Paris. Alhasil, Paris sudah mempersekusi petugas konsulat dan mengusir 12 staf di Kantor Kedutaan Besar Aljazair. 

Dalam kesempatan itu, Nunez mendiskusikan soal kerja sama intelijen dalam melawan terorisme dan penyelundupan narkoba. Selain itu, membahas soal permintaan ekstradisi dan pemulangan warga Aljazair yang tinggal secara ilegal di Prancis. 

2. Prancis berupaya bantu lawan terorisme di Afrika

Reaktivasi perjanjian keamanan antara Prancis dan Aljazair ini bertujuan mengembalikan pengaruh Prancis di Afrika. Sebab, Prancis terpaksa menarik tentaranya dari sejumlah negara Afrika Barat, terutama dari Mali, Niger, dan Burkina Faso. 

Dilansir Business Insider Africa, ketiga pemerintahan di negara Afrika Barat tersebut menuduh Prancis gagal dalam mengamankan negaranya. Selain itu, naiknya sentimen anti-Prancis dan nasionalisme membuat warga menolak kehadiran tentara Prancis. 

Perjanjian ini memberikan kesempatan bagi Prancis untuk kembali menerapkan strategi baru di Afrika. Posisi Aljazair yang terletak di perbatasan negara anggota Alliance of Sahel States (AES) penting untuk melawan dan mengawasi kelompok teroris.

3. Prancis mengubah strategi dalam merebut pengaruh di Afrika Barat

Menyusul penarikan pasukannya di Afrika dalam beberapa tahun terakhir, Prancis memilih untuk mengubah strategi. Prancis menerapkan strategi baru untuk bersaing dengan Rusia dan China dalam merebut pengaruh di kawasan Sahel. 

Prancis tidak lagi mengirimkan pasukan ke Afrika dan mendorong kerja sama militer dengan negara Afrika, seperti yang dilakukan Amerika Serikat (AS). Pemulihan hubungan keamanan dengan Aljazair ini menjadi langkah positif untuk mempertahankan visibilitas Prancis di kawasan Sahel. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More