Comscore Tracker

Penjara Dikepung COVID-19, Negara-negara Ini Pilih Bebaskan Narapidana

Penjara berpotensi besar jadi tempat penyebaran virus corona

London, IDN Times - Virus corona tidak hanya menginfeksi warga yang sehari-hari bebas beraktivitas. Para penghuni penjara, tak terkecuali narapidana, juga rentan tertular virus tersebut. Sky News mengutip pernyataan Kementerian Kehakiman Inggris yang menginformasikan hingga Senin (30/3) ada total 55 tahanan yang mengidap virus corona.

Para tahanan itu berada di sebanyak 21 penjara yang berlokasi di Inggris dan Wales. Padahal, pada Jumat (27/3), jumlahnya masih 27 orang. Selain itu, kementerian juga mengungkap ada delapan staf penjara dan empat sipir yang dinyatakan positif COVID-19 sepanjang kurun waktu yang sama.

1. Inggris belum memutuskan apakah harus membebaskan tahanan

Penjara Dikepung COVID-19, Negara-negara Ini Pilih Bebaskan NarapidanaSeorang pria memakai masker pelindung dan sarung tangan di tengah pandemik COVID-19, di London, Inggris, pada 18 Maret 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/John Sibley

Situasi ini membuat publik menekan Menteri Kehakiman Robert Buckland untuk segera membebaskan tahanan-tahanan tertentu agar bisa menekan penyebaran virus corona di penjara-penjara yang sudah sesak. Akan tetapi, sejauh ini pemerintah hanya menegaskan bahwa mereka yang positif COVID-19 akan diisolasi saja.

Sementara itu, The Guardian melaporkan kondisi salah satu penjara di London sangat mengkhawatirkan. Narapidana yang memperlihatkan gejala COVID-19 ditempatkan di sel yang sama dengan mereka yang positif terinfeksi melalui tes. Strategi ini pun membuat para tahanan takut karena sakit flu biasa bisa langsung membuat mereka diperlakukan sebagai pasien virus corona.

Baca Juga: Iran Bebaskan 85 Ribu Tahanan untuk Cegah Penyebaran Virus Corona

2. Irlandia Utara memilih membebaskan beberapa tahanan untuk sementara waktu

Penjara Dikepung COVID-19, Negara-negara Ini Pilih Bebaskan NarapidanaSeorang pria memakai masker untuk mencegah dari penularan virus corona di pusat London, Inggris, pada 14 Maret 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Dylan Martinez

Lain halnya dengan Irlandia Utara. Pada awal minggu ini Menteri Kehakiman Naomi Long mengumumkan akan membebaskan "kurang dari 200 orang" yang masuk sebagai narapidana dalam tiga bulan terakhir. Mengutip Belfast Live, Irlandia Utara melaporkan sebanyak 123 kasus COVID-19 dan 22 orang meninggal dunia.

"Langkah tersebut berlawanan dengan kepercayaan sistem peradilan [Irlandia Utara] dan akan menyebabkan kegelisahan kepada para korban [kejahatan] serta keluarga mereka," kata Long, seperti dilaporkan BBC. Akan tetapi, Long menilai saat ini tak ada alternatif yang lebih baik.

Irlandia Utara memiliki sebanyak 1.500 narapidana. Long menegaskan mereka yang dibebaskan tidak termasuk narapidana tindak kriminal serius seperti pembunuhan, terorisme dan pelanggaran seksual. Kementerian pun menetapkan syarat bagi yang dibebaskan yaitu mereka wajib mematuhi jam malam dan dilarang keras berhubungan dengan korban.

3. Iran sudah lebih dulu membebaskan banyak tahanan demi menekan penyebaran virus corona di penjara

Penjara Dikepung COVID-19, Negara-negara Ini Pilih Bebaskan NarapidanaStaf medis gawat darurat dalam sebuah ambulans saat memindahkan pasien COVID-19 ke Rumah Sakit Masih Daneshvari di Tehran, Iran, pada 30 Maret 2020. ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency)/Ali Khasa via REUTERS

Sedangkan bagi Iran, pembebasan tahanan sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. "Sejauh ini, sebanyak 85.000 narapidana sudah dibebaskan," kata juru bicara Kementerian Kehakiman Iran, Gholamhossein Esmaili, pada Selasa (17/3). Pada minggu sebelumnya Iran telah membebaskan kurang lebih 70.000 tahanan secara sementara.

Al Jazeera melaporkan bahwa mayoritas yang boleh menghirup udara bebas "kemungkinan adalah demonstran yang ditangkap selama protes anti-pemerintah pada November" dengan masa tahanan cukup singkat. Mereka disebut diwajibkan kembali ke penjara pada 3 April mendatang. Di Iran sendiri ada lebih dari 44.000 kasus COVID-19 di mana total kematian sampai kini mencapai lebih dari 2.800 jiwa.

Baca Juga: Pemimpin Iran Tolak Mentah-mentah Bantuan Amerika untuk Atasi Corona

Topic:

  • Rosa Folia
  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya