Jakarta, IDN Times - Struktur kepemimpinan tertinggi Tentara Pembebasan Rakyat China (People’s Liberation Army/PLA) tengah berada dalam kondisi guncang. Pembersihan dua jenderal paling senior, Zhang Youxia dan Liu Zhenli, memicu tanda tanya besar mengenai stabilitas internal militer China dan dampaknya terhadap kemampuan tempur Negeri Tirai Bambu.
Zhang Youxia, yang berusia 75 tahun, sebelumnya menjabat Wakil Ketua Central Military Commission (CMC), lembaga paling berkuasa yang mengendalikan seluruh angkatan bersenjata China di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping. Sementara Liu Zhenli merupakan salah satu perwira paling senior yang masih aktif.
Pembersihan ini membuat CMC—yang biasanya terdiri dari sekitar tujuh orang—kini hanya menyisakan dua anggota, yakni Xi Jinping sendiri dan Jenderal Zhang Shengmin. Kondisi ini dinilai belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern China.
Langkah tersebut tidak hanya memperlihatkan eskalasi kampanye antikorupsi di tubuh militer, tetapi juga memunculkan kekhawatiran serius mengenai kekosongan kepemimpinan, ketegangan internal, serta implikasinya terhadap ambisi strategis China, termasuk potensi konflik di kawasan seperti Taiwan.
