Pemerintah Rusia kini memperluas wewenang Federal Security Service (FSB) melalui regulasi baru yang mewajibkan operator telekomunikasi memutus akses internet pelanggan jika diminta langsung oleh lembaga tersebut. Undang-undang ini memberikan FSB kendali penuh atas ruang digital nasional, termasuk hak untuk mengelola jaringan pusat penahanan bagi para pelanggar hukum siber.
"Langkah-langkah ini memang sedang berlangsung karena adanya kebutuhan hukum untuk memastikan keamanan nasional, terutama di tengah ancaman penggunaan jaringan seluler oleh drone Ukraina untuk keperluan navigasi serangan," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dilansir TBS News.
Bersamaan dengan kebijakan tersebut, Rusia secara sistematis mulai meminggirkan platform global seperti WhatsApp dan Telegram dengan memaksa warga beralih ke aplikasi domestik bernama MAX yang dikendalikan oleh negara. Aplikasi MAX kini menjadi sarana wajib di institusi pendidikan, meskipun pakar internasional mengkritik platform tersebut karena tidak memiliki enkripsi end-to-end dan bersedia menyerahkan data pengguna kepada aparat penegak hukum.
"Mencoba mengisolasi lebih dari 100 juta orang dari komunikasi pribadi dan aman adalah langkah mundur yang hanya akan menurunkan tingkat keamanan masyarakat di Rusia," ujar seorang juru bicara WhatsApp.
Meski mendapat pertentangan, pemerintah Rusia tetap pada pendiriannya demi mengutamakan kedaulatan data nasional dan mengurangi ketergantungan pada platform asing.