Rusia Sebut Ukraina Tidak Serius soal Gencatan Senjata Hari Paskah

- Kremlin menilai proposal gencatan senjata Hari Paskah dari Ukraina tidak serius karena kurangnya kejelasan formulasi dan tanggung jawab dari Presiden Volodymyr Zelenskyy.
- Zelenskyy menyatakan kesiapan melakukan gencatan senjata saat Paskah serta menyerukan penghentian serangan terhadap infrastruktur energi di kedua negara dengan tetap menjaga kedaulatan Ukraina.
- Rusia disebut memberi tenggat dua bulan bagi Ukraina untuk meninggalkan Donbass, namun Zelenskyy menolak permintaan tersebut karena dianggap tidak dapat diterima dan mengancam warga setempat.
Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa proposal Ukraina soal gencatan senjata di Hari Paskah tidak serius. Menurutnya, tidak ada formulasi jelas soal proposal dari Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy.
“Zelenskyy seharusnya bertanggung jawab dan membuat keputusan yang pantas sehingga kami dapat mencapai sebuah perdamaian dan bukan hanya sebuah gencatan senjata,” ungkapnya, dikutip dari The Moscow Times, Rabu (1/4/2026).
Pada tahun lalu, Presiden Rusia, Vladimir Putin yang mendeklarasikan gencatan senjata Hari Paskah secara sepihak. Namun, terdapat dugaan maraknya pelanggaran gencatan senjata.
1. Peskov sebut Ukraina sangat membutuhkan gencatan senjata

Peskov menambahkan bahwa Ukraina saat ini sangat membutuhkan gencatan senjata. Sebab, dinamika di garis depan yang memaksa mereka untuk menghentikan sementara peperangan.
“Menurut hasil pengamatan dari kami dan pengamat asing, kondisi di garis depan menunjukkan bahwa tentara Rusia sedang gencar di garis depan terkadang lebih cepat dan terkadang lebih lambat,” tuturnya, dilansir dari DPA International.
2. Zelenskyy umumkan siap lakukan gencatan senjata saat Paskah

Sebelumnya, Zelenskyy sudah menyatakan adanya kemungkinan gencatan senjata saat perayaan Paskah. Presiden Ukraina itu juga mendorong agar tidak adanya serangan di infrastruktur energi di kedua negara.
“Kami siap melakukan gencatan senjata saat liburan Paskah. Gencatan senjata ini selayaknya orang normal yang menghormati hidup. Namun, kami siap akan segala bentuk kompromi, kecuali menyangkut harga diri dan kedaulatan,” katanya.
Selain itu, Zelenskyy juga menyatakan tidak akan melancarkan serangan ke infrastruktur energi Rusia. Dengan syarat, Rusia tidak menyerang infrastruktur energi di Ukraina.
3. Rusia minta Ukraina tinggalkan Donbass dalam 2 bulan

Pada saat yang sama, Zelenskyy mengatakan, Rusia sudah menetapkan tenggat waktu bagi Ukraina untuk meninggalkan Donbass secara sukarela. Syarat ini sebagai bagian dari persetujuan untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Dilansir United24, Zelenskyy menyatakan tidak akan menarik tentara Ukraina dari Donbass atau meninggalkan 200 ribu warga Ukraina di wilayah tersebut. Menurutnya, permintaan Rusia tidak dapat diterima.


















