Jakarta, IDN Times - Hasil penyelidikan dari beberapa badan intelijen mengungkap bahwa pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny, tewas akibat racun katak panah yang diduga diberikan oleh pemerintah Rusia dua tahun lalu. Temuan ini disampaikan dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh lima negara, yaitu Inggris, Prancis, Jerman, Swedia, dan Belanda pada Sabtu (14/2/2026).
Rusia sebelumnya mengumumkan bahwa Navalny meninggal di sebuah penjara di Siberia pada Februari 2024, saat ia menjalani hukuman 19 tahun penjara atas tuduhan ekstremisme. Layanan Penjara Federal Rusia mengatakan, tokoh oposisi berusia 47 tahun itu merasa tidak enak badan setelah berjalan-jalan sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.
Sebelum dimakamkan, sampel dari jenazahnya diamankan dan dikirim ke laboratorium di dua negara untuk dianalisis.
