Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rusia Tuntut Negara Baltik di ICJ soal Diskriminasi Minoritas
Bendera Rusia. (pixabay.com/michel_van_der_vegt)
  • Rusia menggugat Latvia, Lithuania, dan Estonia ke ICJ atas dugaan diskriminasi terhadap penutur bahasa Rusia setelah negosiasi diplomatik gagal.
  • Pemerintah Estonia dan Latvia menilai langkah Rusia sebagai propaganda untuk mengalihkan perhatian dari tindakan agresifnya sendiri di kawasan.
  • Negara-negara Baltik telah memperkuat strategi darurat dan pertahanan sipil guna menghadapi potensi ancaman serta ketegangan dengan Rusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Rusia menuntut negara-negara Baltik, termasuk Latvia, Lithuania, dan Estonia di Mahkamah Internasional (ICJ). Langkah ini mengenai buruknya perlakuan ketiga negara itu kepada kelompok minoritas Rusia. 

Moskow menyebut bahwa ketiga negara sudah melakukan diskriminasi kepada penutur bahasa Rusia di negara Baltik. Sedangkan negosiasi antara Rusia dan negara-negara tersebut tidak berjalan baik. 

Rencana Rusia ini timbul menyusul ketegangan di kawasan Baltik imbas masuknya drone Ukraina. Moskow juga menuding Latvia memberi izin Ukraina untuk menembakkan drone dari negaranya. 

1. ICJ akan terima tuntutan dari Rusia

Bendera Rusia. (pixabay.com/fotiniya)

Wakil Sekretaris Jenderal PBB, Sergey Ordzhonikidze mengatakan bahwa ICJ akan menerima tuntutan dari Rusia. Namun, kemungkinan keberhasilan komplain dari Rusia terhadap negara-negara Baltik ini kecil. 

Dilansir Novaya Gazeta, komplain Rusia di ICJ ini bukan kali pertama. Sebelumnya, Moskow sudah melaporkan tuduhan diskriminasi terhadap penutur bahasa Rusia di negara-negara Baltik kepada badan internasional. 

2. Estonia sebut langkah Rusia sebagai bagian dari propaganda

Ilustrasi bendera Estonia. (unsplash.com/@stanislau93)

Menteri Luar Negeri Estonia, Margus Tsakhna mengatakan bahwa tuduhan Rusia adalah untuk menyebarkan propaganda. Selain itu untuk mendistraksi dari kejahatan yang dilakukan oleh Rusia. 

“Ini bukan sesuatu yang baru. Ini adalah bagian dari perilaku buruk Rusia dalam menyebarkan kampanye disinformasi terhadap negara-negara Baltik. Langkah ini untuk mengalihkan isu dari kejahatan Rusia sendiri,” tuturnya, dilansir dari TVP World, Jumat (29/5/2026). 

Sementara itu, Latvia menyebut, tindakan Rusia ini adalah salah satu trik lama dan tidak berkaca pada diri sendiri. Sebab, Rusia juga melanggar hukum internasional dari kebijakan agresifnya. 

3. Negara-negara Baltik sudah membangun strategi darurat

suasana di perbatasan Latvia-Rusia (Saeima, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

Beberapa tahun terakhir, negara-negara Baltik sudah membangun strategi darurat imbas ancaman Rusia. Mereka sudah menerapkan strategi evakuasi dan meningkatkan anggaran belanja pertahanan usai invasi ke Ukraina. 

Dilansir United24, ketiga negara Baltik sedang bekerja untuk menetapkan rencana pertahanan sipil komprehensif. Rencana tersebut didesain untuk melindungi warga sipil di tengah krisis dan kemungkinan pecahnya konflik. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article