PM Slovakia Dilarang Lintasi Negara Baltik untuk ke Rusia

- Negara Baltik menolak izin terbang bagi PM Slovakia Robert Fico menuju Rusia untuk menghadiri parade Hari Kemenangan, karena dianggap mendukung negara agresor.
- Fico berencana mencari rute alternatif ke Moskow dan mempertanyakan larangan antarnegara Uni Eropa terhadap sesama anggotanya.
- Pemerintah Ukraina mengapresiasi keputusan negara Baltik, menyebutnya sebagai bentuk dukungan dan menyerukan tekanan lanjutan terhadap Rusia.
Jakarta, IDN Times - Negara Baltik, Lithuania, Latvia, dan Estonia menolak Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico lewat wilayah udaranya untuk berkunjung ke Rusia. Ia direncanakan akan menghadiri peringatan Hari Kemenangan pada Mei mendatang.
“Kami tidak akan mengizinkan penggunaan wilayah udara kami untuk terbang ke Moskow merayakan parade 9 Mei. Acara tersebut adalah glorifikasi dari negara agresor,” ungkap Menteri Luar Negeri Estonia, Margus Tsakhna, dikutip dari The Kyiv Independent, Selasa (21/4/2026).
Fico dikenal memiliki kedekatan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Ia pun memprotes Ukraina terkait dengan pemblokiran transit impor minyak dari Rusia lewat pipa Druzhba.
1. Fico sebut akan mencari rute lain untuk sampai ke Moskow
Fico mengungkapkan bahwa akan menemukan rute alternatif untuk sampai ke Moskow. Ia mengaku berhasil sampai ke Moskow pada tahun lalu.
“Saya tentu akan mencari rute lain untuk sampai ke Moskow. Saya sudah melakukannya pada tahun lalu ketika kami mendapat penolakan dari Estonia,” terangnya.
Fico juga mempertanyakan kenapa sesama negara anggota UE saling melarang. Menurutnya, pemimpin Slovakia seharusnya diizinkan melintasi wilayah udara negara anggota UE lainnya.
2. Fico sebut UE akan sadar dari aksi buruk AS, Israel dan Ukraina
Pada saat yang sama, Fico mengungkapkan bahwa aksi buruk dari Amerika Serikat (AS), Israel, dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy akan membuat Uni Eropa (UE) sadar. Menurutnya, UE harus belajar dan tidak menutup mata soal Rusia.
“Tidak ada yang akan membantu Slovakia dalam krisis terbesar dan maka dari itu, penting untuk menggunakan semua instrumen politik dan hukum untuk melindungi kepentingannya,” ungkapnya, dikutip dari Ukrainska Pravda.
3. Ukraina ucapkan terima kasih kepada pemerintah negara Baltik
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha mengucapkan terima kasih kepada negara-negara Baltik yang menolak Fico melintasi wilayahnya untuk pergi ke Moskow. Menurutnya, ini adalah wujud dukungan kepada Ukraina.
Ia menambahkan, harus ada tekanan kuat dan berlanjut kepada Rusia. Sybiha mendesak pemerintah negara lain untuk mengikuti kebijakan dari negara-negara Baltik dan menutup wilayah udaranya untuk berkunjung dalam parade di Moskow.

















