Trump Pangkas Ukuran 2 Monumen Nasional di Utah hingga Sisa 10 Persen

- Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang memangkas luas Monumen Nasional Bears Ears dan Grand Staircase-Escalante di Utah hingga tersisa sekitar 10 persen dari ukuran aslinya.
- Pemerintah federal dan politisi Partai Republik Utah mendukung langkah ini demi membuka peluang ekonomi baru melalui pertambangan, ekstraksi energi, serta aktivitas industri lainnya di lahan tersebut.
- Komunitas adat dan aktivis lingkungan mengecam keputusan itu karena dianggap melanggar Undang-Undang Barang Antik dan mengancam situs sakral serta kelestarian lingkungan, mereka berencana menggugat ke pengadilan federal.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi menandatangani perintah eksekutif untuk memangkas luas dua monumen nasional di Utah pada Senin (13/7/2026). Langkah ini membuka kembali jutaan hektare lahan yang sebelumnya dilindungi untuk aktivitas industri.
Keputusan Gedung Putih ini mendapat dukungan penuh dari politisi lokal Partai Republik. Sebaliknya, kelompok pencinta lingkungan dan masyarakat adat setempat mengecam keras kebijakan tersebut dan bersiap mengajukan gugatan ke pengadilan federal.
1. Rincian pemangkasan lahan lindung

Melalui keputusan terbaru, wilayah lindung Monumen Nasional Bears Ears dipangkas sebesar 91 persen. Kawasan yang semula memiliki luas 1,35 juta hektare kini menyusut menjadi sekitar 121.096 hektare dan terbagi menjadi beberapa bagian yang terpisah.
Hal serupa terjadi pada Monumen Nasional Grand Staircase-Escalante yang dikurangi sebesar 90 persen dari ukuran asli. Lahan konservasi tersebut dipotong dari hampir 1,9 juta hektare hingga kini hanya menyisakan area seluas 181.541 hektare.
Langkah ini mengulang kebijakan serupa pada masa jabatan pertama Trump, meskipun Presiden Joe Biden sempat memulihkan luasnya pada 2021. Pemerintah federal menyatakan keputusan ini diambil demi kepentingan ekonomi masyarakat yang lebih luas.
"Langkah ini sangat penting dan akan membawa dampak besar bagi masyarakat Utah serta negara kita," kata Trump, dilansir Associated Press.
2. Dukungan pemerintah lokal Utah

Para pejabat tinggi dan politisi Partai Republik di Utah menyambut baik keputusan pemangkasan tersebut. Mereka menilai penetapan kawasan monumen yang terlalu luas oleh pemerintah pusat selama ini telah merugikan mata pencaharian warga setempat.
"Kawasan monumen ini harusnya mencakup area sekecil mungkin untuk melindungi situs bersejarah. Monumen seluas jutaan hektare yang melebihi luas negara bagian Delaware tentu tidak memenuhi syarat itu," kata Gubernur Utah, Spencer Cox.
Pembukaan kembali lahan ini bertujuan mempermudah aktivitas pertambangan mineral penting serta ekstraksi batu bara dan gas bumi. Wilayah Bears Ears diketahui memiliki kandungan uranium bernilai tinggi, sedangkan kawasan Grand Staircase-Escalante kaya akan cadangan bahan bakar fosil.
Kebijakan baru ini juga mengizinkan kembali aktivitas penebangan kayu komersial dan penggembalaan ternak skala besar. Pemerintah pusat berkomitmen mempercepat perizinan industri ekstraktif guna memastikan stabilitas pasokan bahan baku dalam negeri.
3. Penolakan dari masyarakat adat

Keputusan sepihak ini langsung memicu protes dari berbagai perwakilan suku asli Amerika Serikat, termasuk komunitas adat Navajo, Hopi, Zuni, dan Ute. Bagi mereka, kawasan Bears Ears merupakan situs keagamaan sakral yang melindungi makam leluhur dan lukisan batu bersejarah.
Aktivis lingkungan menuding tindakan presiden melampaui batas kewenangan konstitusional yang diatur dalam Undang-Undang Barang Antik (Antiquities Act). Mereka menyatakan aturan tersebut tidak memberikan wewenang kepada presiden untuk memperkecil monumen yang sudah ada.
"Aturan hukum hanya memberikan wewenang kepada presiden untuk menetapkan monumen nasional, bukan untuk memperkecil atau menghapusnya," kata Pengacara Earthjustice, Thomas Delehanty.
Koalisi organisasi pelestari alam bersama perwakilan adat kini bersiap mendaftarkan gugatan resmi di pengadilan federal. Mereka khawatir kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan baru akan berdampak buruk pada kelestarian satwa liar dan pasokan air bersih.






















