Jakarta, IDN Times – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres menilai tatanan global kian rapuh seiring meningkatnya pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan Piagam PBB. Kondisi itu ia sampaikan pada Selasa (27/1/2026) dalam debat terbuka tingkat tinggi Dewan Keamanan PBB bertema Reaffirming the International Rule of Law: Pathways to Reinvigorating Peace, Justice and Multilateralism, yang dipimpin Somalia sebagai presiden bergilir Januari sekaligus menandai 80 tahun Piagam PBB.
Dalam forum tersebut, Guterres menegaskan supremasi hukum menjadi fondasi utama perdamaian dan keamanan dunia, sekaligus inti Piagam PBB yang menopang relasi persahabatan antarnegara dan kawasan.
“Di seluruh dunia, supremasi hukum sedang digantikan oleh hukum rimba,” ujarnya, dikutip dari UN News. Ia kemudian memaparkan rentetan pelanggaran berat, mulai dari penggunaan kekerasan tanpa dasar hukum, serangan terhadap fasilitas sipil, pelanggaran hak asasi manusia, pengembangan senjata nuklir ilegal, perebutan kekuasaan inkonstitusional, hingga penolakan bantuan kemanusiaan yang seharusnya menyelamatkan nyawa.
