Brasil Tuding Trump Ingin Bentuk PBB Baru Lewat Dewan Perdamaian

- Trump luncurkan Dewan Perdamaian di forum Davos bersama 19 negara.
- Lula kritik Trump dan tekankan pentingnya multilateralisme global.
- Brasil, Prancis, dan Inggris tolak bergabung dengan Dewan Perdamaian.
Jakarta, IDN Times - Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, menuduh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, berusaha membentuk “Perserikatan Bangsa-Bangsa baru” melalui inisiatif yang disebut Dewan Perdamaian. Pernyataan itu disampaikan Lula pada Jumat (23/1/2026), saat menanggapi rencana Trump yang disebutnya bertentangan dengan prinsip multilateralisme global.
Lula yang dikenal sebagai pemimpin berhaluan kiri menolak keras inisiatif tersebut. Ia menyoroti struktur Dewan Perdamaian yang menetapkan kursi tetap seharga 1 miliar dolar AS (Rp16,7 triliun) dengan Trump sebagai ketua, yang menurutnya dapat menciptakan ketimpangan baru dalam tata politik internasional.
1. Trump luncurkan Dewan Perdamaian di forum Davos bersama 19 negara

Presiden Donald Trump meluncurkan Dewan Perdamaian, sebuah organisasi resolusi konflik global, dalam acara Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026). Peluncuran tersebut dihadiri oleh para pemimpin dari 19 negara yang turut menandatangani piagam pendirian lembaga baru tersebut.
Meski awalnya diklaim berfokus pada upaya rekonstruksi Gaza, isi piagam Dewan Perdamaian ternyata tidak terbatas pada wilayah Palestina dan dinilai memiliki ambisi untuk menyaingi peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Penasihat urusan luar negeri Presiden Brasil, Celso Amorim, mengatakan bahwa piagam tersebut awalnya membahas isu spesifik, namun kemudian berkembang mencakup agenda yang lebih luas.
“Ini dimulai dengan satu isu, lalu diperluas lewat dokumen lampiran,” ujarnya, dikutip dari Breitbart.
2. Lula kritik Trump dan tekankan pentingnya multilateralisme global

Presiden Lula menyampaikan kritik tajam terhadap Presiden Donald Trump, menegaskan pentingnya multilateralisme dalam tata hubungan internasional dibandingkan dengan apa yang ia sebut sebagai “hukum rimba” dalam urusan global.
Lula menyoroti kebijakan “America First” yang dijalankan Trump serta langkah AS menarik diri dari sejumlah badan PBB, yang menurutnya menimbulkan kekhawatiran di antara negara-negara sekutu.
“Alih-alih memperbaiki PBB, apa yang terjadi? Presiden Trump justru mengusulkan pembentukan PBB baru di mana hanya dia yang menjadi pemiliknya,” ujar Lula dalam konferensi pers, dilansir Al Jazeera.
Setelah menyampaikan pernyataannya, Lula melakukan percakapan telepon dengan Presiden China, Xi Jinping. Xi disebut menegaskan pentingnya menjaga peran sentral PBB dalam sistem internasional dan menyerukan kerja sama antarnegara untuk mengatasi tantangan global secara kolektif.
3. Brasil, Prancis, dan Inggris tolak bergabung dengan Dewan Perdamaian

Brasil bergabung dengan sejumlah negara besar yang menolak bergabung dalam inisiatif Dewan Perdamaian yang diluncurkan Presiden Donald Trump. Penolakan serupa juga disampaikan oleh sekutu utama Washington, yakni Prancis dan Inggris.
Pemerintah Inggris menolak bergabung karena keberatan atas rencana inklusi Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam keanggotaan organisasi tersebut, mengingat invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Sementara itu, Prancis menilai bahwa isi piagam Dewan Perdamaian tidak sejalan dengan komitmen internasionalnya sebagai anggota PBB.
“Piagam tersebut, sebagaimana adanya, tidak kompatibel dengan komitmen internasional kami, terutama sebagai anggota PBB,” menurut pernyataan resmi pemerintah Prancis, dikutip The Straits Times.


















