ilustrasi murid anak-anak (pexels.com/Yan Krukau)
Berdasarkan keterangan Agen Keamanan Internal Militer Thailand (ISOC), Arki Kid School juga memiliki 40 karyawan yang berasal dari Myanmar. Sementara itu, 12 karyawan lagi berasal dari negara lain. Namun, tidak dijelaskan dari negara mana mereka berasal.
Sebetulnya, Arki Kid School sudah memiliki lisensi untuk beroperasi. Dalam lisensi tersebut, mereka hanya diizinkan untuk menerima 18 murid anak-anak lokal berusia 2 sampai 5 tahun. Namun, pada kenyataannya, sekolah ini justru menerima puluhan anak-anak asing berusia 5 sampai 12 tahun.
ISOC menjelaskan, ada sekitar 89 anak berkebangsaan Israel yang terdaftar sebagai murid di Arki Kid School. Mereka dikabarkan berusia 2 sampai 12 tahun. Praktik inilah yang membuat Arki Kid School dianggap sebagai sekolah ilegal. Sebab, sekolah tersebut tidak mematuhi aturan lisensi yang sudah diberikan. Selain itu, mereka juga mempekerjaan orang asing secara ilegal.