Lima orang biksu dinyatakan tewas seketika di lokasi kejadian, sementara empat lainnya meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit. Rumah Sakit Mukdahan langsung mengeluarkan imbauan darurat donor darah untuk membantu korban luka yang kritis.
Tragedi ini memicu duka cita mendalam sekaligus gelombang kritik dari publik Thailand terkait lemahnya pengawasan terhadap anak-anak yang mengemudikan kendaraan di jalan umum. Pemerintah daerah berjanji akan memperketat pengawasan lalu lintas dan mengedukasi para orang tua mengenai bahaya tersebut.
Insiden ini menambah catatan buruk bagi sistem keselamatan transportasi di Thailand. Negara tersebut dikenal memiliki tingkat kematian jalan raya yang tinggi akibat pelanggaran batas kecepatan serta lemahnya penegakan hukum.
"Saya harap semua pihak, terutama orang tua, saling membantu karena tidak ada yang menginginkan hal seperti ini terjadi," tutur Gubernur Mukdahan, Worayan Bunnarat.