Jakarta, IDN Times – Senat Amerika Serikat (AS) memajukan Resolusi Kekuasaan Perang lewat voting prosedural pada Selasa (19/5/2026), dengan hasil 50 suara berbanding 47. Hasil itu menjadi kali pertama sepanjang 2026 resolusi tersebut berhasil lolos ke tahap berikutnya di Senat.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk memaksa Presiden Donald Trump menarik pasukan militer AS dari konflik dengan Iran atau meminta persetujuan Kongres bila ingin melanjutkan operasi militer. Mengutip Deutsche Welle (DW), voting itu juga menjadi teguran langka bagi Trump setelah empat senator Partai Republik memilih bergabung dengan Demokrat.
Rand Paul dari Kentucky, Lisa Murkowski dari Alaska, Susan Collins dari Maine, dan Bill Cassidy dari Louisiana menjadi anggota Republik yang membelot dalam pemungutan suara tersebut. Hubungan internal partai ikut memanas setelah Cassidy mengubah sikap politiknya usai kalah dalam pemilihan pendahuluan ketika Trump mendukung rival politiknya.
