Jakarta, IDN Times - Serangan Amerika Serikat (AS)-Israel di Teheran menghantam salah satu perusahaan farmasi terbesar Iran, yang memproduksi obat anestesi dan antikanker, pada Selasa (31/3/2026). Akibatnya, fasilitas tersebut mengalami kerusakan.
Dilansir dari Al Jazeera, perusahaan itu diidentifikasi sebagai Tofigh Daru Research and Engineering Company, yang dimiliki oleh Social Security Investment Company, sebuah perusahaan induk milik negara. Dalam laman LinkedIn-nya, Tofigh Daru menyatakan perusahaannya mengembangkan dan memproduksi bahan aktif farmasi untuk segmen antikanker, narkotika, kardiovaskular hingga imunomodulator.
“Selama serangan oleh AS dan rezim Zionis terhadap pusat-pusat sipil, pada Selasa pagi, salah satu perusahaan terbesar yang memproduksi obat antikanker, anestesi, dan obat khusus mengalami kerusakan, dan jalur produksi obat turut terdampak,” kata pemerintah Iran dalam sebuah unggahan di X.
