Jakarta, IDN Times – Pasukan Dukungan Cepat (RSF) melakukan serangan pesawat tanpa awak yang mengenai kendaraan pembawa keluarga pengungsi di sekitar Rahad, Provinsi Kordofan Utara, pada Sabtu (7/2/2026). Dampak serangan tersebut menewaskan sedikitnya 24 warga sipil, termasuk delapan anak kecil dan dua di antaranya masih berusia bayi.
Para korban sebelumnya telah melarikan diri dari zona pertempuran di wilayah Dubeiker, sedangkan beberapa orang lain dilaporkan menderita luka-luka.
Jaringan Dokter Sudan segera menyalahkan RSF atas serangan yang terjadi pada hari itu. Mereka menyatakan peristiwa tersebut sama-sama merupakan pelanggaran terang terhadap hukum kemanusiaan internasional serta tergolong sebagai kejahatan perang serius.
