Jakarta, IDN Times - Serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat (AS) sejak perang meletus pada 28 Februari lalu dikabarkan telah merusak sejumlah situs dan perangkat intelijen AS yang ada di Timur Tengah. Laporan tersebut disampaikan oleh beberapa sumber internal AS kepada NBC News pada Rabu (26/8/2026).
Sumber tersebut mengatakan, kerusakan ini membuat AS mengalami kerugian miliaran dolar atau setara ratusan triliun rupiah. Sebab, kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan Iran cukup parah. Hal ini membuat jumlah dana yang harus digelontorkan Washington untuk memperbaiki kerusakan tersebut jadi sangat besar.
