Para pejuang Hizbullah dalam sebuah upacara (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)
Sementara itu, Hizbullah terus melancarkan serangan drone dan roket ke wilayah-wilayah Israel. Pemimpin kelompok tersebut, Naim Qassem, mengatakan mereka siap menghadapi konfrontasi panjang dengan Israel.
“Kami telah mempersiapkan diri untuk konfrontasi panjang, dan Insya Allah mereka (Israel) akan terkejut di medan perang. Ini adalah pertempuran eksistensial, bukan pertempuran yang terbatas atau sederhana," kata Qassem dalam pidatonya di televisi sejak perang terbaru ini dimulai.
Pada Jumat, Israel menghancurkan sebuah jembatan di atas Sungai Litani yang menghubungkan kota Zrariyeh dan Tayr Falsay. Militer Israel menyebut jembatan itu sebagai penyeberangan utama bagi Hizbullah dari Lebanon utara ke selatan untuk memperkuat kekuatan mereka dan mempersiapkan pertempuran.
“Ini hanyalah permulaan dan pemerintah Lebanon serta negara Lebanon akan menanggung akibat yang lebih besar atas kerusakan infrastruktur nasional Lebanon yang digunakan oleh teroris Hizbullah,” kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Ia memperingatkan bahwa Lebanon akan kehilangan wilayahnya sampai negara itu berhasil memenuhi komitmennya untuk melucuti senjata Hizbullah.