pengeboman Kota Gaza (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)
Serangan udara, penembakan artileri, dan operasi militer Israel telah menewaskan lebih dari 1.400 warga Palestina selama setahun masa gencatan senjata. Sedikitnya 327 anak-anak tercatat menjadi korban tewas dalam berbagai insiden penyerangan tersebut. Selain korban meninggal, lebih dari 5 ribu warga dilaporkan menderita luka-luka.
Proses pencarian para korban berlangsung di tengah keterbatasan fasilitas penunjang evakuasi. Warga sipil dan tim penyelamat terpaksa menggali puing bangunan dengan tangan kosong demi mengevakuasi lebih dari 630 jenazah. Otoritas Israel melarang masuknya alat berat, sementara sekitar 10 ribu korban lainnya diperkirakan masih tertimbun reruntuhan.
Kematian selama setahun gencatan senjata menambah panjang deretan korban sejak perang meletus pada Oktober 2023. Kementerian Kesehatan Palestina mencatat total korban jiwa kini melampaui 74 ribu orang, termasuk lebih dari 21 ribu anak-anak. Jumlah korban luka-luka kini menembus 175 ribu orang, dengan sekitar 24 persen di antaranya diperkirakan membutuhkan perawatan jangka panjang.
"Gencatan senjata tidak memiliki arti jika anak-anak terus terbunuh dan keluarga belum bisa membangun kembali kehidupan mereka," kata Inger Ashing, Kepala Eksekutif Save the Children, dilansir Al Jazeera pada Jumat (9/10/2026).