Jakarta, IDN Times - Pemerintah Inggris mengatakan akan mengusir 27 diplomat Israel bersama keluarganya jika Tel Aviv menutup konsulat mereka yang ada di Sheikh Jarrah, Yerusalem. Ancaman itu disampaikan oleh sumber rahasia dari Inggris pada Senin (5/10/2026).
Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel jika Konsulatnya Ditutup

- Inggris mengancam mengusir 27 diplomat Israel beserta keluarga jika Israel menutup konsulat Inggris di Sheikh Jarrah, Yerusalem, yang dijadwalkan ditutup pada 8 Oktober 2026.
- Israel memerintahkan penutupan konsulat dan pemulangan diplomat Inggris sebagai respons atas sanksi Inggris, Prancis, dan Kanada terhadap pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat.
- Inggris, Prancis, dan Kanada menilai perluasan pemukiman Israel menghambat solusi dua negara, sementara Israel menyatakan pembangunan permukiman di Tepi Barat akan terus berlanjut.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, merilis perintah penutupan konsulat Inggris yang ada di Yerusalem. Selain itu, Sa’ar juga meminta semua diplomat Inggris yang bertugas di sana untuk dipulangkan ke negaranya. Jika tidak ada halangan, konsulat Inggris di Yerusalem akan segera ditutup pada Kamis (8/10/2026) mendatang.
1. Israel ingin membalas sanksi yang diberikan Inggris

potret bendera Israel (unsplash.com/Levi Meir Clancy) Kebijakan ini dilakukan sebagai balasan dari Israel terhadap sanksi yang diberikan oleh Inggris. Sebab, pada September lalu, Inggris bersama Prancis dan Kanada menjatuhkan sanksi kepada semua pemukiman ilegal yang dibangun Israel di Tepi Barat, Palestina. Sanksi ini diberikan sebagai hukuman karena pemukiman tersebut dibangun dengan menganeksasi wilayah yang didiami warga Palestina.
"Tidak ada alasan bagi kami untuk menanggapi spekulasi tentang keputusan yang mungkin atau tidak mungkin diambil oleh negara lain di masa mendatang. Kami telah menunjukkan bahwa setiap tindakan terhadap Israel akan ditanggapi dengan respons yang sesuai dan hal ini akan terus berlanjut di masa mendatang," kata sumber diplomatik Israel, seperti dilansir The Guardian.
2. Pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat menghambat solusi dua negara

potret peta wilayah Tepi Barat (commons.wikimedia.org/B1mbo) Dalam pernyataan bersama, Inggris, Prancis, dan Kanada menganggap pembangunan pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat menghambat solusi dua negara. Sebab, jika Tel Aviv membangun pemukiman di sana, wilayah Palestina akan terus tergerus sehingga negara tersebut tidak akan punya wilayah lagi.
Sebagai informasi, solusi dua negara merupakan kerangka kerja yang bertujuan untuk mengakhiri sengketa wilayah antara Israel dan Palestina. Caranya adalah dengan membangun dua negara untuk dua bangsa, yakni bangsa Israel dan bangsa Palestina. Solusi ini sebetulnya sudah disepakati Israel dan Palestina dalam Perjanjian Oslo pada 1993 silam. Namun, Israel kerap melanggar solusi tersebut dengan cara menyerang Palestina. Sebab, Tel Aviv berambisi untuk memperluas wilayahnya dengan menganeksasi seluruh wilayah Palestina.
3. Pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat masih berlanjut

potret Kota Qalqilya, Tepi Barat, Palestina (pexels.com/abu adel) Hingga saat ini, Israel masih terus membangun pemukiman baru untuk warganya di Tepi Barat. Bahkan, Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, mengatakan pembangunan pemukiman di wilayah tersebut akan terus berlanjut “Revolusi pemukiman terus berlanjut!” kata Smotrich dilansir Al Jazeera.
Sejumlah pengamat Timur Tengah mengatakan, pembangunan pemukiman baru ini merupakan cara halus Israel untuk mengusir warga Palestina dari Tepi Barat. Sebab, negara mayoritas Yahudi tersebut memang ingin menganeksasi semua wilayah tersebut.
























