ilustrasi Spanyol, Eropa (pexels.com/Altamart)
Program legalisasi mendapat sambutan positif dari kalangan dunia usaha karena dinilai membantu mengatasi kekurangan pekerja di berbagai sektor. Selain itu, pemerintah memperkirakan sekitar 360 ribu orang akan memperoleh izin tinggal pada tahap awal setelah lolos proses verifikasi. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi praktik kerja ilegal sekaligus meningkatkan penerimaan pajak dan iuran jaminan sosial dari pekerja yang kini masuk ke sektor formal.
Meski demikian, kebijakan ini juga memicu kritik dari partai oposisi konservatif dan kelompok sayap kanan. Pemimpin Partai Vox, Santiago Abascal, menilai program tersebut dapat mendorong lebih banyak imigran gelap datang ke Spanyol. Mereka juga khawatir jumlah pendatang yang bertambah akan meningkatkan persaingan dalam mendapatkan pekerjaan, perumahan, layanan kesehatan, hingga bantuan sosial. Perbedaan pandangan inilah yang membuat kebijakan legalisasi imigran menjadi salah satu isu politik paling hangat di Spanyol saat ini.
Program legalisasi yang dijalankan Spanyol menunjukkan bahwa persoalan imigrasi gak hanya berkaitan dengan keamanan perbatasan, tapi juga kebutuhan ekonomi dan kondisi demografi suatu negara. Di satu sisi, pemerintah melihat kebijakan ini sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sekaligus memperkuat perekonomian. Di sisi lain, kritik dari kelompok oposisi menunjukkan bahwa dampak sosial dan politiknya masih menjadi perdebatan.
Hasil akhir program ini baru akan benar-benar terlihat setelah seluruh proses verifikasi selesai dan pemerintah memutuskan siapa saja yang memenuhi syarat memperoleh izin tinggal dan izin kerja secara resmi. Menarik untuk melihat apakah kebijakan ini mampu menjadi contoh bagi negara lain atau justru memicu perdebatan yang semakin luas mengenai masa depan kebijakan imigrasi di Eropa.