Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Istri PM Spanyol Diadili dalam Kasus Korupsi, Paspor Disita

Istri PM Spanyol Diadili dalam Kasus Korupsi, Paspor Disita
Bendera Spanyol (unsplash.com/Chris Boland)
Intinya Sih
  • Istri Perdana Menteri Spanyol, Begoña Gómez, resmi diadili atas dugaan korupsi dan penyalahgunaan pengaruh, dengan pembatasan perjalanan serta kewajiban melapor rutin ke pengadilan.
  • Partai oposisi utama mendesak pemerintah menggelar pemilu lebih awal setelah kasus ini memicu pertanyaan soal integritas pemerintahan Pedro Sánchez.
  • Pemerintah dan Partai Sosialis menegaskan tuduhan terhadap Gómez bermotif politik, menyebutnya sebagai bagian dari kampanye hitam yang telah berlangsung selama dua tahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Seorang hakim di Spanyol memerintahkan Begoña Gómez, istri Perdana Menteri Pedro Sánchez, untuk menjalani persidangan atas dugaan tindak pidana korupsi. Keputusan tersebut diumumkan pada Sabtu (20/6/2026) dan menjadi sorotan di tengah dinamika politik nasional.

Selain menghadapi proses persidangan, Gómez juga dikenai pembatasan perjalanan berupa penyitaan paspor dan larangan meninggalkan wilayah Spanyol hingga proses hukum selesai.

1. Pengadilan tetapkan pembatasan perjalanan bagi Begoña Gómez

Hakim investigasi Juan Carlos Peinado menilai ada kemungkinan Gómez meninggalkan Spanyol selama proses hukum berjalan. Karena alasan itu, pengadilan memutuskan untuk menyita paspor miliknya dan mewajibkan dirinya melapor ke pengadilan setiap dua minggu sekali.

Pengawasan juga diperketat di seluruh pintu keluar negara, termasuk perbatasan darat serta bandara sipil dan militer. Aturan ini akan terus berlaku sampai ada keputusan hukum yang baru.

"Kami akan mengeluarkan perintah yang diperlukan untuk semua pos perbatasan serta bandara sipil dan militer," kata Hakim Juan Carlos Peinado, dikutip dari Times of India.

Gómez didakwa atas dugaan penyalahgunaan pengaruh, korupsi di sektor bisnis swasta, serta penyalahgunaan uang negara. Kasus ini terkait dengan kegiatannya dalam sebuah program akademik di Universitas Complutense Madrid dan dugaan bahwa ia memanfaatkan koneksi politiknya untuk mendapat keuntungan pribadi.

2. Oposisi desak pemerintah gelar pemilu lebih awal

Keputusan pengadilan ini memicu reaksi dari Partai Rakyat (PP), yang merupakan oposisi utama pemerintah. Partai tersebut menilai kasus yang melibatkan istri perdana menteri ini telah memunculkan pertanyaan serius mengenai kejujuran dan kelayakan pemerintahan saat ini.

Sekretaris Jenderal Partai Rakyat, Miguel Tellado, mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan pembubaran kabinet dan mengadakan pemilihan umum lebih awal.

"Para pendiri undang-undang dan konstitusi kita tidak pernah membayangkan bahwa ancaman terhadap demokrasi justru bisa datang dari pemerintah Spanyol sendiri," ujar Miguel Tellado, dikutip dari The Guardian.

Tekanan politik terhadap pemerintahan Sánchez diperkirakan akan semakin kuat seiring dengan berlanjutnya proses hukum yang melibatkan Gómez.

3. Pemerintah sebut tuduhan bermotif politik

Perdana Menteri Pedro Sánchez membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepada istrinya. Ia menilai proses hukum ini adalah bagian dari upaya politik untuk menjatuhkan pemerintahannya.

Partai Sosialis yang sedang berkuasa juga menyatakan keyakinan bahwa Gómez tidak melanggar hukum. Menurut mereka, kasus ini merupakan bentuk tekanan politik yang sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

"Begoña Gómez tidak bersalah. Selama dua tahun ini, dia telah menjadi korban kampanye hitam bermotif politik dan hukum," kata perwakilan Partai Sosialis.

Penyelidikan terhadap Gómez berawal dari laporan yang diajukan oleh kelompok Manos Limpias, sebuah organisasi yang dikenal dekat dengan kalangan konservatif di Spanyol. Sampai saat ini, proses hukum masih terus berjalan dan belum ada putusan pengadilan yang bersifat final.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More