ilustrasi macet, lalu lintas di Jakarta, Indonesia (pexels.com/Dapur Melodi)
Thailand sebenarnya bukan satu-satunya negara yang menghadapi ancaman suhu ekstrem. Kawasan Asia Tenggara secara umum memang termasuk wilayah yang rentan terhadap perubahan iklim. Kelembapan tinggi ditambah suhu panas dapat membuat kondisi terasa jauh lebih menyiksa dibanding daerah gurun yang kering.
Apabila dunia gagal menekan emisi karbon, sebagian wilayah yang saat ini masih nyaman dihuni bisa berubah menjadi area dengan risiko kesehatan tinggi. Kondisi tersebut membuat banyak negara mulai didorong untuk mempercepat penggunaan energi bersih serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Langkah pencegahan dianggap penting supaya suhu bumi gak terus naik secara ekstrem dalam beberapa puluh tahun mendatang.
Prediksi Thailand bisa memiliki suhu mirip Gurun Sahara pada 2070 menjadi peringatan serius mengenai dampak perubahan iklim. Cuaca panas ekstrem ternyata bukan sekadar membuat tubuh berkeringat lebih banyak, melainkan dapat memengaruhi kesehatan, produktivitas, hingga kondisi ekonomi masyarakat.
Fakta bahwa suhu lebih dari 44 derajat Celsius sudah beberapa kali terjadi menunjukkan ancaman tersebut bukan sesuatu yang jauh dari kenyataan. Karena itu, upaya mengurangi emisi dan menjaga lingkungan menjadi semakin penting agar kondisi bumi tetap layak dihuni di masa depan.