Penggerebekan ini dilakukan setelah ada laporan dari warga setempat mengenai sekolah ilegal di wilayah mereka. Untuk menindak lanjuti laporan itu, polisi Thailand langsung sigap datang ke lokasi untuk melakukan penggerebekan.
Sekolah Ilegal di Thailand Digerebek, Dikelola Pasutri Iran

- Polisi Thailand menggerebek Arki Kid School di Pulau Koh Pha Ngan dan menangkap pasutri asal Iran serta satu warga lokal karena diduga mengelola sekolah ilegal.
- Sekolah tersebut melanggar izin operasional dengan menerima 89 murid asal Israel dan mempekerjakan tenaga asing tanpa izin, meski hanya berlisensi untuk 18 anak lokal usia dini.
- Pulau Koh Pha Ngan diketahui menjadi tempat tinggal sekitar 2.500 warga Israel, yang sebagian menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah setempat termasuk Arki Kid School.
Jakarta, IDN Times - Kepolisian Thailand menggerebek sekolah khusus anak-anak ilegal yang terletak di Pulau Koh Pha Ngan pada Jumat (1/5/2026) pukul 12.30 siang waktu setempat. Sekolah tersebut dikabarkan bernama Arki Kid School.
1. Pasutri asal Iran dan satu warga lokal berhasil ditangkap

Dalam penggerebekan tersebut, polisi Thailand berhasil menangkap pasangan suami istri (pasutri) asal Iran bernama Aidin dan Ndin Kishipoor. Selain itu, mereka juga berhasil menangkap seorang perempuan lokal bernama Prathumthip Yu-in.
Aidin dan Kishipoor sendiri berperan sebagai pengelola atau manajer di Arki Kid School. Mereka dikabarkan sudah bekerja di sana cukup lama.
Setelah melakukan penggerebekan, polisi Thailand menemukan empat warga asing yang bekerja di Arki Kid School secara ilegal alias tanpa izin. Empat warga asing tersebut terdiri dari tiga warga Afrika Selatan dan satu warga Amerika Serikat.
2. Ada 89 murid asal Israel yang terdaftar di Arki Kid School

Berdasarkan keterangan Agen Keamanan Internal Militer Thailand (ISOC), Arki Kid School juga memiliki 40 karyawan yang berasal dari Myanmar. Sementara itu, 12 karyawan lagi berasal dari negara lain. Namun, tidak dijelaskan dari negara mana mereka berasal.
Sebetulnya, Arki Kid School sudah memiliki lisensi untuk beroperasi. Dalam lisensi tersebut, mereka hanya diizinkan untuk menerima 18 murid anak-anak lokal berusia 2 sampai 5 tahun. Namun, pada kenyataannya, sekolah ini justru menerima puluhan anak-anak asing berusia 5 sampai 12 tahun.
ISOC menjelaskan, ada sekitar 89 anak berkebangsaan Israel yang terdaftar sebagai murid di Arki Kid School. Mereka dikabarkan berusia 2 sampai 12 tahun. Praktik inilah yang membuat Arki Kid School dianggap sebagai sekolah ilegal. Sebab, sekolah tersebut tidak mematuhi aturan lisensi yang sudah diberikan. Selain itu, mereka juga mempekerjaan orang asing secara ilegal.
3. Ada banyak warga Israel yang tinggal di Pulau Koh Pha Nga

Sebagai informasi, Pulau Koh Pha Ngan merupakan destinasi wisata favorit bagi warga Israel. Selain itu, pulau tersebut juga menjadi tempat yang digandrungi warga Israel untuk tinggal dan menetap.
Berdasarkan data terbaru dari otoritas setempat, ada sekitar 2.500 warga Israel yang kini menetap di Pulau Koh Pha Ngan. Mereka yang sudah memiliki keturunan lantas menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah yang ada di pulau tersebut. Inilah yang membuat anak-anak berkewarganegaraan Israel banyak yang bersekolah Pulau Koh Pha Ngan, termasuk di Arki Kid School.
Namun, keberadaan warga Israel ini kerap menuai komplain dari warga setempat. Sebab, mereka kerap membuka bisnis ilegal yang bertentangan dengan aturan hukum.



















