Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Syarat Jadi Warga Negara AS makin Ketat, Biaya Pengajuan Ikut Naik
ilustrasi New York City, USA, Amerika Serikat (pexels.com/Gil Garza)
  • Pemerintah AS memperketat proses naturalisasi mulai Oktober 2025 dengan tes dan wawancara yang lebih ketat untuk memastikan calon warga negara benar-benar memenuhi seluruh persyaratan kewarganegaraan.
  • Tes kewarganegaraan kini mencakup 128 pertanyaan dengan standar kelulusan lebih tinggi, menuntut pemahaman mendalam tentang sejarah, konstitusi, dan sistem pemerintahan AS.
  • Biaya pengajuan naturalisasi diusulkan naik hingga sekitar 1.330 dolar AS, disertai penghapusan pembebasan biaya yang berpotensi memberatkan pemohon berpenghasilan rendah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjadi warga negara Amerika Serikat (AS) masih menjadi impian banyak orang dari berbagai negara. Status kewarganegaraan dianggap bisa membuka lebih banyak kesempatan, mulai dari pekerjaan, pendidikan, hingga peluang membangun bisnis. Namun, proses untuk mendapatkannya kini semakin menantang setelah pemerintah AS memperketat sejumlah aturan naturalisasi.

Bukan hanya materi ujian yang dibuat lebih sulit, biaya pengajuan juga diusulkan naik cukup signifikan. Kalau kamu berencana mencari informasi tentang proses menjadi warga negara AS, perubahan ini penting untuk dipahami sejak awal agar bisa mempersiapkan diri dengan lebih matang.

1. Proses naturalisasi kini semakin menantang

ilustrasi New York City, USA, Amerika Serikat (pexels.com/Charlotte May)

Menjadi warga negara AS memang sejak dulu bukan proses yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Seseorang harus melewati serangkaian tahapan, mulai dari mengajukan dokumen, mengikuti wawancara, membuktikan kemampuan berbahasa Inggris, hingga lulus tes sejarah dan kewarganegaraan AS. Seluruh proses tersebut bahkan bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Pemerintah AS kemudian memperketat proses tersebut melalui kebijakan yang diumumkan setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif pada Juni 2025. Mulai 20 Oktober 2025, perubahan pada tes kewarganegaraan dan proses wawancara resmi diberlakukan. Tujuannya adalah memastikan hanya pelamar yang memenuhi seluruh persyaratan, termasuk kemampuan berbahasa Inggris dan pemahaman mengenai sistem pemerintahan AS, yang dapat memperoleh status warga negara.

2. Tes kewarganegaraan dibuat lebih sulit

ilustrasi mengikuti tes (pexels.com/Roxanne Minnish)

Salah satu perubahan terbesar terlihat pada tes kewarganegaraan. Jumlah materi yang harus dipelajari bertambah dari 100 menjadi 128 pertanyaan. Saat ujian berlangsung, peserta kini harus menjawab 20 pertanyaan, naik dua kali lipat dibanding sebelumnya yang hanya 10 soal.

Bukan hanya jumlah soal yang bertambah, standar kelulusannya juga meningkat. Jika sebelumnya cukup menjawab enam soal dengan benar, kini peserta harus menjawab sedikitnya 12 pertanyaan secara tepat. Beberapa pertanyaan juga diubah menjadi lebih menantang sehingga peserta dituntut benar-benar memahami sejarah, konstitusi, dan sistem pemerintahan AS, bukan sekadar menghafal jawaban.

3. Tekanan bagi calon warga negara ikut meningkat

ilustrasi New York City, USA, Amerika Serikat (pexels.com/Maxime LEVREL)

Perubahan aturan tersebut membuat banyak calon warga negara merasa lebih cemas. Jessica Weaver dari organisasi Christian Immigration Advocacy Center menjelaskan bahwa tambahan materi belajar dan standar kelulusan yang lebih tinggi membuat proses naturalisasi menjadi lebih berat, terutama bagi mereka yang pernah mengalami diskriminasi atau trauma di negara asalnya. Kondisi itu membuat banyak calon pemohon merasa harus mengalokasikan lebih banyak waktu dan tenaga untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti ujian kewarganegaraan.

Organisasi tersebut juga melihat adanya sedikit peningkatan jumlah peserta yang gagal pada percobaan pertama sehingga harus mengulang tes. Sebelum aturan baru diberlakukan, data U.S. Citizenship and Immigration Services (USCIS) tahun 2024 menunjukkan sekitar 89,7 persen peserta berhasil lulus pada percobaan pertama, sedangkan 94,4 persen berhasil lulus setelah maksimal dua kali mengikuti ujian. Hingga kini, pemerintah AS masih belum merilis data resmi mengenai tingkat kelulusan setelah aturan baru diterapkan.

4. Biaya pengajuan juga diusulkan naik

ilustrasi mata uang dolar Amerika (unsplash.com/Frederick Warren)

Selain ujian yang semakin sulit, pemerintah AS juga mengusulkan kenaikan biaya pengajuan naturalisasi. Jika sebelumnya biaya pendaftaran sebesar 710 dolar AS (sekitar Rp11,6 juta) untuk pengajuan online dan 760 dolar AS (sekitar Rp12,4 juta) untuk dokumen fisik, tarif baru diusulkan menjadi 1.280 dolar AS (sekitar Rp20,9 juta) untuk pengajuan online dan 1.330 dolar AS (sekitar Rp21,7 juta) untuk pengajuan dalam bentuk kertas. Kenaikan biaya ini diperkirakan membuat proses naturalisasi menjadi semakin berat, terutama bagi calon pemohon yang berasal dari kelompok berpenghasilan rendah.

Gak hanya itu, pemerintah juga mengusulkan penghapusan program pembebasan biaya bagi pemohon tertentu. Menurut Jessica Weaver, perubahan ini diperkirakan akan memberikan dampak paling besar kepada masyarakat berpenghasilan rendah karena biaya naturalisasi menjadi jauh lebih mahal. Akibatnya, semakin banyak orang yang mungkin menunda bahkan mengurungkan niat untuk mengajukan kewarganegaraan AS.

5. Meski makin sulit, banyak orang tetap menganggapnya sepadan

ilustrasi New York City, USA, Amerika Serikat, perkotaan, pejalan kaki (pexels.com/Nout Gons)

Di balik berbagai tantangan tersebut, banyak orang tetap menilai proses naturalisasi layak diperjuangkan. Salah satunya adalah Rasha Totolos, perempuan asal Yordania yang berhasil menjadi warga negara AS setelah menjalani proses selama lebih dari empat tahun. Ia mengaku mempersiapkan diri dengan belajar secara rutin hingga benar-benar yakin menghadapi ujian.

Menurut Totolos, status sebagai warga negara AS memberinya lebih banyak peluang untuk mengembangkan masa depan. Ia dan suaminya bahkan tengah mempersiapkan pembukaan sebuah bar dan lounge tanpa alkohol di Pittsburgh. Baginya, paspor AS dan status kewarganegaraan membuka kesempatan lebih luas untuk membangun usaha serta menetap secara permanen, sehingga seluruh proses panjang yang dijalani terasa sepadan dengan hasil yang diperoleh.

Perubahan kebijakan naturalisasi menunjukkan bahwa pemerintah AS kini menerapkan standar yang lebih tinggi bagi calon warga negaranya. Mulai dari materi ujian yang lebih banyak, syarat kelulusan yang lebih ketat, hingga usulan kenaikan biaya pengajuan, seluruh perubahan tersebut membuat proses naturalisasi menjadi semakin menantang.

Meski begitu, banyak orang tetap bersedia melewati semua tahapan karena melihat manfaat jangka panjang yang bisa diperoleh setelah resmi menjadi warga negara AS. Kalau kamu tertarik mengikuti perkembangan kebijakan imigrasi internasional, memahami perubahan seperti ini bisa membantumu melihat bagaimana setiap negara terus menyesuaikan aturan demi mencapai tujuan yang diinginkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article