Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Teddy Sebut Prabowo Tanggung Sendiri Kelebihan Biaya ke Luar Negeri
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kelebihan biaya perjalanan luar negeri Presiden Prabowo ditanggung pribadi, bukan menggunakan dana tambahan dari anggaran negara.
  • Ia menyebut jumlah rombongan Prabowo lebih sedikit dibandingkan presiden sebelumnya dan menjelaskan kunjungan mendadak dilakukan karena dinamika global yang cepat berubah.
  • Teddy mengklaim diplomasi Prabowo menghasilkan dampak nyata seperti bergabungnya Indonesia ke BRICS, peningkatan investasi Rp2.430 triliun, serta keberhasilan kerja sama internasional di bidang pertahanan dan kemanusiaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Teddy bilang Pak Prabowo sering pergi ke luar negeri tapi kalau biaya lebih dari uang negara, dia bayar sendiri. Katanya orang yang ikut juga tidak banyak, cuma sekitar lima puluh sampai enam puluh orang. Pak Prabowo sudah ke banyak negara dan katanya itu bikin Indonesia dapat teman baru, investasi besar, alat perang baru, dan bantu Palestina juga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membalas kritikan dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal, terkait tingginya frekuensi perjalanan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri.

Dari banyaknya kritikan yang dilontarkan Dino, hal pertama yang dibahas oleh Teddy adalah soal biaya perjalanan ke luar negeri. Teddy mengklaim, kelebihan biaya ke luar negeri yang melewati batas anggaran negara, ditanggung secara pribadi oleh Prabowo.

“Ini sudah dijelaskan beberapa kali, jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” kata Teddy dalam video yang diunggah di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026).

1. Teddy klaim rombongan Prabowo lebih sedikit dibandingkan presiden periode sebelumnya

Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma usai menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Prancis. (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Teddy mengatakan, rombongan yang mengawal kunjungan Prabowo ke luar negeri jauh lebih sedikit dibandingkan presiden-presiden sebelumnya.

“Jadi kalau dulu itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang, zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50-60 orang maksimal. Ini sudah banyak yang tahu, termasuk juga wartawan-wartawan pasti tahu itu semua,” tutur Teddy.

2. Soal kunjungan mendadak

Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Prancis, Kamis (28/5/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

Dino sebelumnya mengkritik banyaknya kunjungan spontan yang dilakukan Prabowo. Dia menyarankan Istana menerapkan formula "1 plus 8", yaitu memanfaatkan satu forum internasional untuk melakukan pertemuan bilateral dengan setidaknya delapan kepala negara lain yang hadir.

Teddy mengatakan, kunjungan bisa dilakukan secara mendadak mengingat perkembangan dunia global yang sangat dinamis, hari per hari.

“Nah, jadi ada jadwal tahunan, dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara,” tutur dia.

3. Klaim kunjungan Prabowo beri dampak positif yang nyata

Presiden Prabowo Subianto (dok. Sekretariat Presiden)

Selama 1,5 tahun menjabat, tercatat Prabowo sudah 50 kali melakukan kunjungan ke luar negeri, dengan kunjungan terakhir ke Prancis pada momen perayaan Idul Adha 2026.

Teddy mengklaim, agenda diplomasi yang dilakukan Prabowo selama 1,5 tahun memberikan dampak positif nyata pada Indonesia.

Mulai dari Indonesia bergabung dengan forum BRICS yang diklaim memberikan manfaat stabilitas di tengah konflik dan krisis dunia, dimulai dari stabilitas pasokan BBM, harga BBM subsidi, dan stok pangan.

“Kemudian yang kedua, tarif 0 persen di Uni Eropa, ada 25 negara di situ. Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu, tapi kapan tercapai? Ya zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu,” ucap Teddy.

Dia mengatakan, realisasi investasi selama 1,5 tahun terakhir sebesar Rp2.430 triliun adalah hasil jerih payah diplomasi Prabowo.

“Contoh konkret lagi nih, bulan lalu Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea, kembali langsung ada investasi sekitar Rp575 triliun,” ujar Teddy.

Dia juga mengklaim, Prabowo berhasil meningkatkan alat pertahanan di Indonesia karena memperoleh alutsista dari Prancis, Amerika, Rusia, China, Inggris, Eropa, dan banyak negara.

Teddy juga menyatakan kelancaran ibadah haji di 2025 dan 2026 ini adalah berkat kelihaian Prabowo dalam menjalin hubungan internasional.

“Indonesia adalah negara satu-satunya yang punya perkampungan haji di Arab Saudi. Dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jemaah haji,” ucap Teddy.

Sejumlah upaya kemanusiaan yang berhasil dilakukan untuk Palestina juga menurutnya adalah hasil diplomasi Prabowo.

“Presiden Prabowo betul-betul berperan aktif di Palestina. Apa buktinya? Satu, kita ada drop-off logistik dari udara, sudah beberapa kali. Tidak semua negara bisa, kenapa? Itu harus ada diplomasi dengan negara-negara yang wilayah udaranya dilewati oleh pesawat. Kemudian yang kedua, kita kirim kapal rumah sakit ke Palestina,” kata Teddy.

“Kemudian yang ketiga, kita menyekolahkan anak-anak Palestina di universitas di Indonesia, sekarang mungkin sudah sampai 100 orang yang sudah sekolah di sini, dan lain sebagainya,” sambung dia.

Bebasnya sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam aksi Global Sumud Flotilla bulan lalu dari sekapan Israel menurutnya juga hasil jerih payah Pemerintahan Prabowo.

“Kemudian yang ketujuh, baru minggu lalu ada WNI yang diamankan pihak Israel di laut bebas, dan lewat diplomasi dari Menteri Luar Negeri dan teman-teman Kemlu, selang beberapa hari kembalikan ke Indonesia. Jadi ini lewat diplomasi yang baik diberitakan maupun yang tertutup,” ucap Teddy.

Editorial Team

Related Article