Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Terkena Bom AS-Israel, 2 Pasukan Korps Garda Revolusi Iran Tewas
ilustrasi bom (unsplash.com/Sven Verweij)
  • Dua anggota Korps Garda Revolusi Iran tewas di Provinsi Qom setelah menginjak sisa bom buatan AS dan Israel yang digunakan dalam serangan Maret lalu.
  • Meski telah menyepakati gencatan senjata sejak April, AS kembali melancarkan serangan ke tiga pulau Iran di Selat Hormuz dengan target situs rudal, radar, dan pangkalan udara.
  • Serangan terbaru terjadi di tengah negosiasi damai antara AS dan Iran yang belum membuahkan hasil, sementara pejabat AS menegaskan kesiapan untuk melanjutkan serangan jika perdamaian gagal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Dua pasukan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dikabarkan tewas usai terkena bom Amerika Serikat dan Israel. Kabar tersebut disampaikan oleh media Iran, IRNA, pada Senin (1/6/2026).

IRNA dalam laporannya menjelaskan, dua pasukan IRGC tewas usai menginjak sisa-sisa bom yang dipakai AS dan Israel untuk menyerang Iran pada Maret lalu. Pemerintah Iran menamai serangan itu dengan sebutan “Perang Ramadhan”. Sebab, serangan dilakukan di tengah kehangatan Bulan Suci Ramadan.

1. Insiden terjadi di pangkalan militer Iran

ilustrasi pangkalan militer (pexels.com/Soly Moses)

Dalam keterangan resminya kepada IRNA, IRGC menjelaskan, insiden tewasnya dua pasukan mereka imbas bom AS-Israel terjadi di pangkalan militer Iran di Provinsi Qom. Saat insiden terjadi, mereka sedang bertugas untuk menjaga markas dari serangan musuh. 

Nahasnya, kedua tentara tadi tidak sengaja menginjak sisa-sisa bom AS dan Israel yang ada di sekitar lokasi. Tidak lama setelah itu, bom langsung meledak dan membuat keduanya tewas seketika. Saat ini, jenazah mereka sudah dievakuasi oleh pihak berwenang untuk dimakamkan. 

2. AS menyerang Iran di tengah gencatan senjata

ilustrasi serangan (unsplash.com/Edgar Serrano)

Saat ini, AS sebetulnya sudah menyepakati gencatan senjata dengan Iran. Kesepakatan gencatan senjata ini sudah disetujui sejak 8 April lalu. Namun, meski sudah ada gencatan senjata, AS kini mulai kembali menyerang Iran. 

Serangan terbaru AS ke Iran terjadi pada Senin. Kala itu, AS menyerang tiga pulau Iran yang ada di Selat Hormuz, yakni Pulau Goruk, Pulau Qeshm, dan Pulau Sirik. Menurut keterangan Pusat Komando AS (CENTCOM), serangan di Pulau Goruk dan Qeshm menyasar situs rudal dan radar Iran. Sementara itu, serangan di Pulau Sirik menyasar pangkalan militer milik pasukan angkatan udara Iran. 

3. Serangan dilakukan di tengah negosiasi damai yang sedang berlangsung

ilustrasi negosiasi damai (pexels.com/Markus Winkler)

Serangan tadi dilakukan AS di saat negosiasi perdamaian dengan Iran sedang berjalan. AS dan Iran sendiri sudah menggelar negosiasi lanjutan sejak 21 Mei lalu. Sayangnya, negosiasi tersebut hingga kini masih belum berbuah perdamaian antara kedua negara.  

Akhirnya, AS mengancam akan menyerang Iran jika kesepakatan damai gagal diraih. Sebab, beberapa waktu lalu, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan dirinya sudah kehilangan kesabaran karena Iran tidak kunjung menyepakati perdamaian.  

"Kami mampu untuk memulai kembali (serangan ke Iran) jika diperlukan. (Bahkan), kami lebih dari mampu. Persediaan kami lebih dari cukup untuk itu, baik di sana maupun di seluruh dunia. Jadi, kami berada dalam posisi yang sangat baik," kata Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, saat berkunjung ke Singapura pada Sabtu (30/5/2026) pekan lalu, seperti dilansir Jerusalem Post

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article