Negosiasi AS-Iran Simpang Siur, Bagaimana Proyeksi Pergerakan Rupiah Besok?

- Rupiah melemah ke Rp17.839 per dolar AS akibat ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu sentimen negatif di pasar keuangan.
- Pemerintah AS mengumumkan perubahan tarif impor untuk komoditas tembaga, aluminium, besi, serta alat berat guna mendorong investasi industri domestik hingga 2027.
- Nilai tukar rupiah diperkirakan masih fluktuatif dan berpotensi melemah pada perdagangan berikutnya di kisaran Rp17.840 hingga Rp17.900 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) loyo pada penutupan perdagangan setelah libur panjang, Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup melemah 34 poin atau 0,19 persen ke level Rp17.839 per dolar AS, setelah sempat anjlok hingga 85 poin dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.805.
1. Sengkarut hubungan AS-Iran beri sentimen negatif
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyebut pasar dibayangi ketidakpastian setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan pembicaraan dengan Iran masih berjalan, meskipun kantor berita Tasnim mengabarkan Teheran telah menangguhkan negosiasi tidak langsung tersebut.
Trump sempat menyatakan tidak keberatan jika pembicaraan berakhir, namun segera meralatnya via media sosial dan mengharapkan kesepakatan perpanjangan gencatan senjata serta pembukaan Selat Hormuz tercapai dalam minggu depan. Di sisi lain, Lebanon mengumumkan gencatan senjata parsial antara Hizbullah dan Israel yang menjadi de-eskalasi terbatas di tengah konflik luas dengan Iran.
"Iran secara efektif telah menghentikan hampir semua pengiriman non-Iran ke dan dari Teluk sejak perang dimulai, mencekik sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair global dan mendorong harga naik 50 persen atau lebih," ujar Ibrahim.
2. Trump ubah tarif impor tembaga hingga alat berat juga jadi sorotan
Gedung Putih menyatakan Trump telah menandatangani proklamasi perubahan tarif impor, yakni pungutan wajib atas barang luar negeri untuk komoditas tembaga, aluminium, dan besi. Kebijakan tersebut memotong tarif impor beberapa peralatan pertanian dari semula 25 persen menjadi 15 persen.
Pernyataan resmi pemerintah AS juga menetapkan tarif baru sebesar 15 persen bagi peralatan industri bergerak seperti buldoser dan forklift, dengan syarat diimpor dari negara pemilik perjanjian dagang resmi.
Langkah penyesuaian tarif ini dijadwalkan berlaku hingga 31 Desember 2027 demi memacu investasi jangka pendek dalam membangun kembali basis industri domestik AS.
3. Proyeksi nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu
Setelah terdepak ke level Rp17.839 per dolar AS pada sore ini, nilai tukar rupiah diproyeksikan masih belum aman dari tekanan.
Untuk sesi perdagangan Rabu (3/6/2026), pergerakan mata uang rupiah diperkirakan akan berjalan fluktuatif, namun rentan ditutup melemah pada rentang level Rp17.840 hingga Rp17.900 per dolar AS.

















