Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Thailand Perketat Aturan Songkran 2026 di Tengah Ancaman Heatwave
Songkran di Ayutthaya, Thailand. (JJ Harrison, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)
  • Pemerintah Thailand memperketat aturan Songkran 2026 karena ancaman heatwave ekstrem dengan indeks panas diprediksi mencapai 60°C, menimbulkan risiko serius bagi kesehatan warga dan wisatawan.
  • Zona bebas alkohol diberlakukan di area utama seperti Khao San Road dan Silom Road, serta aktivitas bermain air dibatasi hingga pukul 22.00 demi menjaga ketertiban dan keselamatan publik.
  • Aparat melarang penggunaan pistol air tekanan tinggi, bubuk putih, serta pakaian tidak sopan selama festival; pelanggaran dapat dikenai denda hingga 5.000 baht atau hukuman penjara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perayaan Songkran di Thailand tahun ini berada di bawah bayang-bayang heatwave atau gelombang panas ekstrem yang melanda kawasan Asia Tenggara. Pemerintah setempat secara resmi memberlakukan zona bebas alkohol serta pengawasan ketat terhadap aktivitas publik guna memitigasi risiko kesehatan akibat suhu udara yang mencapai titik kritis.

1. Ancaman cuaca ekstrem dan indeks panas

Chiang Mai, Thailand: Festival Songkran 2017 (Photo by CEphoto, Uwe Aranas via Wikimedia Commons)

Kementerian Ekonomi Digital dan Masyarakat (DE Ministry) Thailand mengeluarkan peringatan darurat mengenai heat index atau indeks panas yang diprediksi menembus angka 60 derajat Celsius. Fenomena ini dipicu oleh kombinasi suhu udara yang mencapai 42 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Otoritas kesehatan memperingatkan warga dan turis akan risiko serangan panas (heatstroke) yang mematikan di tengah kerumunan massa yang merayakan festival air.

2. Penerapan zona bebas alkohol dan batas operasional

Jalan-jalan di sepanjang parit tua Chiang Mai dipenuhi kendaraan selama festival Songkran (Takeaway, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt, mengonfirmasi bahwa seluruh titik utama perayaan seperti Khao San Road dan Silom Road ditetapkan sebagai zona bebas alkohol. Melansir The Drinks Business, kebijakan ini diambil untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan kekerasan fisik yang sering meningkat selama festival. Selain itu, pemerintah kota membatasi seluruh aktivitas bermain air di ruang publik maksimal hingga pukul 22.00 waktu setempat guna menjaga ketertiban umum.

3. Larangan penggunaan alat berbahaya dan sanksi denda

Orang-orang di atas bak truk basah kuyup selama festival Songkran di Chiang Mai, Thailand. (Takeaway, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Aparat keamanan Thailand telah menginstruksikan pelarangan penggunaan pistol air tekanan tinggi yang terbuat dari pipa PVC. Berdasarkan laporan The Nation Thailand, penggunaan alat tersebut masuk dalam kategori pelanggaran hukum dengan ancaman denda sebesar 4.000 baht atau hukuman penjara. Larangan ini bertujuan untuk mencegah cedera fisik serius bagi para partisipan festival.

Kepolisian Thailand juga memperketat pengawasan terhadap etika berpakaian dan penggunaan bubuk putih atau bedak (din sor pong) di area publik. Menukil ThaiRath English, penggunaan bubuk dilarang di area padat karena dianggap mengganggu jarak pandang dan berisiko mencemari saluran air. Selain itu, denda hingga 5.000 baht atau sekitar Rp2,7 juta akan dijatuhkan bagi individu yang dianggap berpakaian tidak sopan atau melakukan tindakan asusila di tengah perayaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team