Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bendera Trinidad dan Tobago
ilustrasi bendera Trinidad dan Tobago (unsplash.com/londonweddingphotographer)

Intinya sih...

  • Persad-Bissessar ingin memperbaiki hubungan dengan Venezuela dan berharap transisi pemerintahan secara damai.

  • Serangan AS ke Venezuela akan berdampak besar kepada negara Trinidad-Tobago dan Karibia.

  • Presiden Guyana, Irfaan Ali mendukung upaya mempertahankan demokrasi, norma, dan memastikan kawasan Amerika Latin sebagai Zona Damai.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Trinidad-Tobago, Kamla Persad-Bissessar mengatakan bahwa negaranya tidak ikut ambil bagian dari operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela. Menurutnya, Trinidad-Tobago mendukung perdamaian di kawasan. 

“Trinidad-Tobago tidak berpartisipasi dalam operasi militer AS di Venezuela. Trinidad-Tobago akan melanjutkan hubungan damai dengan rakyat Venezuela,” ungkapnya, dikutip dari Trinidad Guardian, pada Senin (5/1/2026). 

Sebelumnya, Trinidad-Tobago sudah memberikan izin kepada pesawat militer untuk transit di negaranya. Keputusan ini membuat geram Venezuela dan mengancam akan menyerang Trinidad-Tobago. 

1. Trinidad-Tobago harapkan transisi pemerintahan damai di Venezuela

Persad-Bissessar mengatakan bahwa Trinidad-Tobago ingin memperbaiki hubungan dengan Venezuela dalam beberapa tahun ke depan. Ia mengharapkan transisi pemerintahan secara damai. 

“Semoga Tuhan mengarahkan dan melindungi rakyat Venezuela di tengah transisi dari pemerintahan represif dan diktator selama bertahun-tahun menuju ke arah demokrasi,” terangnya, dilansir Newsday.

Dalam beberapa bulan terakhir, relasi Venezuela dan Trinidad-Tobago terus memanas usai pemberian izin masuknya militer AS. Sebab, letak geografis Trinidad-Tobago persis di pesisir timur Venezuela. 

2. Oposisi sebut serangan AS akan berikan dampak besar di Karibia

Peta Laut Karibia dan kepulauannya (commons.wikimedia.org/Kmusser)

Oposisi Trinidad-Tobago, Pennelope Beckles mengatakan bahwa serangan AS ke Venezuela ini akan membuat masalah besar. Serangan ini akan berdampak besar kepada negaranya dan Karibia. 

“Sejumlah informasi masih belum jelas dan tidak dapat dikonfirmasi kebenarannya. Segala perkembangan terkini di area geografis kami sangat penting bagi Trinidad-Tobago, Caricom, dan seluruh Karibia,” papar Beckles. 

Beckles juga mengkritik Persad-Bissessar yang tidak menunjukkan kekhawatiran soal keselamatan diplomat di Caracas. Menurutnya, Persad-Bissessar selaku kepala negara tidak menunjukkan simpati kepada warga Trinidad-Tobago di Venezuela. 

3. Guyana dukung transisi demokrasi di Venezuela

ilustrasi bendera Venezuela (unsplash.com/engin akyurt)

Pada saat yang sama, Presiden Guyana, Irfaan Ali mengungkapkan akan terus memantau situasi terkini usai penangkapan Maduro. Ia menyambut baik tindakan AS yang menunjukkan komitmen pada kebebasan, demokrasi, dan keamanan regional. 

“Stabilitas, penghormatan hukum, dan transisi demokrasi sangat penting bagi masa depan Venezuela dan di Benua Amerika. Maka dari itu, Guyana mendukung upaya mempertahankan demokrasi, norma, dan memastikan kawasan Amerika Latin sebagai Zona Damai,” katanya, dilansir News Room Guyana

Beberapa tahun terakhir, Venezuela dan Guyana kembali terlibat perselisihan menyusul sengketa wilayah Esequibo. Caracas mengklaim wilayah Esequibo yang kaya minyak sebagai teritorinya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team