Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Janji Bantu Rusia Tangani Wabah Pneumonia di Siberia
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0 , via Wikimedia Commons)
  • Presiden AS Donald Trump menyatakan siap membantu Rusia menangani wabah pneumonia di laboratorium Irkutsk, Siberia, meski penyebab utamanya masih belum diketahui.
  • Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington memantau kematian pekerja laboratorium, namun menilai wabah tersebut belum memerlukan kesiagaan dan kecil kemungkinan menyebar ke AS.
  • Otoritas Rusia menyebut situasi Irkutsk stabil tanpa laporan penularan baru; kontak dekat korban diawasi ketat, sementara keluarga dan kerabatnya dikarantina hingga pekan depan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan akan membantu Rusia menangani merebaknya wabah pneumonia di laboratorium di Irkutsk, Siberia. Diketahui sejumlah pekerja mengalami gejala sakit dan tiba-tiba tewas. 

“Kami akan membantu. Semua orang yang memiliki sebuah masalah, kami akan selalu membantu. Saya tidak mau melihat mereka mendapatkan masalah wabah buruk seperti itu,” tuturnya, dikutip dari USA Today, Selasa (6/10/2026). 

Sementara itu, Trump mengaku masih belum tahu penyebab utama wabah tersebut. Namun, AS akan melihat lebih lanjut wabah pneumonia di Rusia. 

1. AS awasi dari dekat situasi kesehatan di Rusia

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova)

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Marco Rubio mengatakan bahwa AS akan memantau dari dekat kasus kematian pekerja laboratorium di Rusia pekan lalu. Namun, ia memastikan bahwa wabah ini belum menjadi kekhawatiran. 

“Kami mengawasi dan memonitor dari dekat. Saya tidak berpikir ini akan menimbulkan kesiagaan. Namun, kami akan meninjau lebih lanjut dan melihat penyebabnya,” tuturnya, dikutip dari The Guardian. 

Menlu keturunan Kuba itu menyebut bahwa kecil kemungkinan wabah pneumonia itu merebak di AS. Sebab, sangat sedikit perjalanan antara AS dan Rusia, tapi ia mengakui wabah semacam ini bisa merebak sangat cepat. 

2. Rusia sebut situasi kesehatan di Irkutsk tetap stabil

ilustrasi bendera Rusia (unsplash.com/borbus)

Otoritas Kesehatan Rusia mengatakan bahwa situasi kesehatan di Irkutsk masih stabil di tengah kekhawatiran penyebaran wabah pneumonia. Kekhawatiran ini ditimbulkan setelah seorang pekerja perempuan di Institut Penelitian Anti-Penyakit Siberia tewas usai dilarikan ke rumah sakit. 

Dilansir The Moscow Times, perempuan berusia 28 tahun itu tewas usai didiagnosa mengidap pneumonia. Sementara, pneumonia adalah penyakit yang menyerang paru-paru dan menular antar-manusia lewat pernapasan. 

3. Rusia sebut tidak ada komplain penularan lainnya

ilustrasi bendera Rusia (pixabay.com/michel_van_der_vegt)

Badan Perlindungan Konsumen dan Kesejahteraan (Rospotrebnadzor) mengatakan bahwa tidak ada situasi darurat atau kesalahan keamanan di institut tersebut. Menurutnya, tidak ada komplain soal penularan penyakit ini di antara pekerja lain dalam 10 hari terakhir. 

Sedangkan seluruh orang yang sudah berada dekat dengan korban sedang diawasi dan menjalani pengawasan kesehatan ketat. Sementara, Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev mengatakan bahwa keluarga dan kerabat dekat korban sudah dikarantina hingga pekan depan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article