Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Dorong Pembangunan Pangkalan Militer AS di Lithuania

2 min read
Trump Dorong Pembangunan Pangkalan Militer AS di Lithuania
Tentara Amerika Serikat. (unsplash.com/olegivanovpht)
  • Donald Trump mendorong pembangunan pangkalan militer AS di Lithuania, di tengah pengkajian ulang komposisi pasukan AS di Eropa dan situasi keamanan negara-negara Baltik.
  • Washington telah mengonfirmasi pengiriman 1.000 tentara AS secara rotasi ke Lithuania, sementara pemerintah Lithuania menginginkan kehadiran militer AS secara permanen.
  • Lithuania siap membiayai fasilitas militer AS dan menyambut pasukan rotasi; Presiden Gitanas Nauseda juga menyoroti kerja sama pertahanan serta pasokan LNG dari Washington.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mendorong rencana pembangunan pangkalan militer di Lithuania pada Senin (5/10/2026). Menurutnya, Lithuania adalah rekan dekat AS. 

“Mereka (Lithuania) adalah rekan kita. Mereka adalah orang-orang hebat, maka kami akan mendorong pembangunan pangkalan militer di sana. Saya tahu banyak orang hebat dari negara itu,” paparnya, dikutip dari The Hill.

Negara-negara Baltik, termasuk Lithuania saat ini menghadapi situasi kritis di tengah ancaman Rusia. Namun, pada Agustus, Trump meyakinkan bahwa Rusia tidak akan menyerang NATO. 

  1. 1. AS akan kirimkan pasukan rotasi ke Lithuania

    Tentara Amerika Serikat.
    Tentara Amerika Serikat. (unsplash.com/actuallyjoel)

    Pernyataan Trump ini disampaikan menyusul pengkajian ulang soal komposisi tentara AS di Eropa. Sebelumnya, Trump sudah bersedia menerjunkan personel militer ke Polandia secara permanen dan memutuskan menarik ribuan tentara dari Jerman. 

    Sebulan lalu, Washington sudah mengonfirmasi rencana menerjunkan personel militer rotasi ke Lithuania. Sementara, Lithuania yang terletak dekat dengan Rusia dan Belarus terus berupaya mendorong penerjunan tentara AS secara permanen di negaranya. 

    Ketua Yayasan Pusat Pertahanan Demokrasi untuk Militer dan Politik, Bradley Bowman mengamini bahwa negara-negara Baltik, termasuk Lithuania sangat tertarik menampung tentara AS. Kehadiran tentara AS dirasa akan mengamankan negaranya dari ancaman invasi Rusia.

  2. 2. Lithuania siap membiayai fasilitas militer untuk tentara AS

    ilustrasi bendera Lithuania
    ilustrasi bendera Lithuania (Unsplash/Alessandro Ricossa)

    Pekan lalu, Perdana Menteri Lithuania, Mindaugas Sinkevicius mengaku bahwa Lithuania siap membiayai pembangunan fasilitas militer AS di negaranya. Ia bahkan mengaku akan menyambut dengan baik kedatangan tentara AS. 

    “Kami tentu akan menyetujuinya jika mereka siap dan kami akan memastikan kondisi terbaik bagi tentara AS untuk membangun pangkalan militer di Lithuania,” tuturnya, dikutip dari Delfi.

    Tak hanya itu, Sinkevicius juga merayakan keputusan AS mengirimkan 1.000 tentara rotasi ke Lithuania. Menurutnya, kedatangan tentara AS ini menunjukkan komitmen Washington untuk melindungi negara-negara Eropa Timur. 

  3. 3. Presiden Lithuania berterima kasih atas pengiriman tentara AS ke negaranya

    ilustrasi bendera Lithuania
    ilustrasi bendera Lithuania (pexels.com/alejandro Jovica)

    Pada pertemuan dengan Trump di New York, Presiden Lithuania, Gitanas Nauseda mengucapkan terima kasih atas penerjunan tentara rotasi AS ke Lithuania. Menurutnya, Lithuania sudah berkomitmen besar dengan mengalokasikan lebih dari 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk pertahanan sesuai ambang batas bawah NATO. 

    Ia pun menggarisbawahi kerja sama antara AS dan Lithuania dalam bidang energi. Tak hanya bersedia mengirimkan tentara rotasi ke Lithuania, Washington juga setuju menyuplai gas alam cair (LNG) ke negara Baltik tersebut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More