Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trump Bakal Luncurkan Project Freedom Plus di Selat Hormuz, Apa Itu?
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri) dan istrinya, Melania Trump (kanan) (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Donald Trump menyatakan akan meluncurkan operasi Project Freedom Plus di Selat Hormuz jika negosiasi damai dengan Iran gagal, sebagai langkah pengamanan jalur pelayaran internasional.
  • Iran menilai rencana pengawalan kapal oleh AS di Selat Hormuz tidak etis dan menegaskan bahwa keamanan wilayah tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali militernya.
  • Trump memutuskan menunda pelaksanaan Project Freedom karena mengklaim kesepakatan damai dengan Iran hampir tercapai, namun tetap membuka opsi melanjutkan blokade bila perundingan gagal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan dirinya bakal meluncurkan operasi Project Freedom Plus di Selat Hormuz jika negosiasi perdamaian dengan Iran kembali gagal. Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Sabtu (9/5/2026).

Menurut Trump,  operasi Project Freedom adalah upaya AS untuk mengamankan Selat Hormuz dari Iran. Lewat operasi tersebut, pasukan AS akan mengawal kapal-kapal untuk berlayar di Selat Hormuz dengan bebas. Sementara itu, kata Plus sendiri merujuk pada hal lain yang bakal dilakukan Trump bersamaan dengan operasi Project Freedom. Namun, ia tidak merinci hal lain seperti apa yang dimaksud.

"Kita mungkin akan kembali ke Project Freedom jika hal-hal tidak berjalan sesuai rencana. Namun, itu akan menjadi Project Freedom Plus yang berarti Project Freedom ditambah hal-hal lain," ujar Trump kepada wartawan, seperti dilansir Jerusalem Post.

1. Trump sebelumnya sudah berencana melakukan operasi Project Freedom

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Sebelumnya, Trump sudah berencana melakukan operasi Project Freedom di Selat Hormuz. Rencana itu disampaikan Trump lewat sebuah unggahan di Truth Social pada 3 April pekan lalu.

“Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka,” kata Trump dilansir Al Jazeera.

“Banyak dari kapal-kapal ini yang kekurangan makanan dan segala sesuatu yang diperlukan agar awak kapal dalam jumlah besar dapat tetap berada di atas kapal dengan sehat dan higienis,” tambahnya. 

2. Iran sempat tersinggung dengan rencana Trump mengawal kapal di Selat Hormuz

potret bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)

Menurut Iran, rencana Trump tadi sangat tidak etis. Sebab, kapal-kapal dagang yang ingin berlayar di Selat Hormuz harus meminta izin kepada pasukan Iran terlebih dahulu. Ini diperlukan karena Iran kini masih memblokade selat tersebut secara penuh. 

Oleh karena itu, Iran mengingatkan kepada AS untuk tidak semena-mena melangkahi kuasa Iran di Selat Hormuz. Jika tetap melanggar, maka Iran menegaskan bahwa AS akan segera menerima konsekuensinya.

“Kami telah berulang kali mengatakan bahwa keamanan Selat Hormuz berada di tangan (Iran) dan bahwa jalur pelayaran yang aman bagi kapal perlu dikoordinasikan dengan angkatan bersenjata kami,” tegas Kepala Komando Gabungan Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi Aliabadi, dilansir The Strait Times.

3. Trump menunda operasi Project Freedom

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/The White House)

Namun, Trump akhirnya memutuskan untuk menunda operasi Project Freedom. Sebab, Trump mengklaim kesepakatan damai dengan Iran sudah semakin dekat. Dilansir The Guardian, ia bahkan mengklaim Iran akan segera menyetujui kesepakatan tersebut.

Trump menjelaskan, jika kesepakatan damai dengan Iran berhasil diraih, maka AS akan segera membuka blokade Selat Hormuz. Jika tidak, maka blokade akan dilanjutkan. Selain itu, AS juga akan terus memblokade semua pelabuhan milik Iran sampai mereka mau menyetujui perdamaian.   

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team