Luhut Buka-bukaan Alasan Kapal Pertamina Masih Stuck di Selat Hormuz

- Luhut mengungkap kapal tanker Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz akibat blokade Iran, sementara komunikasi diplomatik antara Indonesia dan Iran terus dilakukan.
- Ia menilai Presiden Prabowo menunjukkan kecerdikan dalam menjaga keseimbangan hubungan dengan pihak-pihak terkait, termasuk Amerika Serikat dan Iran.
- Kementerian Luar Negeri menyebut negosiasi dengan pemerintah Iran masih berlangsung agar dua kapal Pertamina dapat segera melintasi Selat Hormuz.
Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan buka-bukaan terkait situasi kapal tanker Pertamina yang masih belum bisa melewati Selat Hormuz akibat blokade dari Iran. Menurut Luhut, Presiden Prabowo tengah menjalin komunikasi dengan banyak pihak agar tidak ada yang sakit hati mengingat Indonesia mengklaim sebagai negara nonblok.
Dalam program Ngobrol Seru bersama dengan Editor in Chief IDN Times, Uni Lubis, Luhut tidak menampik jika masih ada kapal tanker Pertamina belum bisa melintasi Selat Hormuz dan kembali ke Indonesia. Namun, komunikasi yang terjalin dengan Iran masih terus berjalan terkait itu.
"Ya memang itu, tapi saya lihat pemerintah sekarang ada komunikasi. Bukan pemerintah, elemen-elemen dari pemerintah ada yang mulai berkomunikasi dan mereka (Iran) juga ingin buka komunikasi. Tapi di same time kita juga harus perhatikan juga hubungan kita dengan Amerika. Jadi ya menurut saya pemerintah harus cerdik-cerdik lah bernavigasi di antaranya," tutur Luhut dikutip Jumat (8/5/2026).
1. Luhut akui kecerdikan Prabowo

Sejalan dengan itu, eks Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi tersebut mengakui kecerdikan Presiden Prabowo Subianto dalam menangani krisis kapal tanker Pertamina di Selat Hormuz. Menurut Luhut, Prabowo berupaya semaksimal mungkin tidak membuat pihak-pihak terlibat dalam perang antara Iran versus Israel-AS sakit hati.
"Hanya memang lagi-lagi Presiden saya lihat cukup cerdik juga untuk betul-betul bernavigasi supaya jangan ada teman kita yang sakit hati atau merasa seperti ditinggalkan dan sebagainya," kata Luhut.
2. Prabowo juga mesti jaga hubungan baik dengan Donald Trump

Adapun dalam kecerdikan Prabowo bernavigasi, Luhut menyiratkan bahwa orang nomor 1 di RI tersebut juga berupaya menjaga hubungan baik dengan Presiden AS, Donald Trump.
"Sekarang kita lihat Amerika presidennya begitu. Sangat reaktif impulsif sekali. Jadi saya lihat Presiden Prabowo sangat paham karena hubungan mereka saya tahu persis baik," ujar Luhut.
3. Info terkini soal kapal tanker Pertamina

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri, Sugiono mengungkapkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran bersama Pertamina masih melakukan negosiasi ke pemerintah Iran agar dua kapal bisa melintasi Selat Hormuz.
“Permasalahannya menjadi semakin kompleks dengan situasi internal yang terjadi di Iran sendiri. Karena kadang-kadang apa yang menjadi policy dari atas itu tidak serta-merta bisa diimplementasikan di lapangannya. Itu yang sedang dicari penyelesaiannya seperti apa,” ujar dia.
Sugiono mengatakan, saat ini Iran masih melakukan blokade terhadap Selat Hormuz. Semua kapal yang ingin melintas harus mematuhi syarat yang diminta Iran.
"Kemudian tentu saja ada perkembangan lagi tentang blokade Hormuz. Kemudian juga ada beberapa perkembangan terkait dengan syarat-syarat dari kapal boleh lewat dan sebagainya dan sebagainya, yang itu masih menjadi hal-hal yang kita negosiasikan dan kita bicarakan,” kata dia.


















