ilustrasi perang dagang antara China dan Amerika Serikat. (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
Sepanjang sebagian besar 2025, ketegangan sempat meningkat, namun kedua pihak berhasil menghindari krisis yang lebih serius dengan menangguhkan sejumlah pembatasan dan memperpanjang gencatan senjata tarif selama satu tahun tambahan. Perdue menilai kedua belah pihak sangat tulus dalam kesepakatan mereka di Busan.
Menjelang akhir tahun lalu, Washington memangkas tarif fentanyl dari 20 persen menjadi 10 persen. Sebagai respons, China menghapus tarif balasan 10 persen yang sebelumnya dikenakan pada kedelai AS.
Ekonom Peterson Institute for International Economics di Washington, Gary Hufbauer, mengatakan ekspor kedelai memiliki arti penting bagi Trump dalam memperkuat dukungan di negara bagian pertanian. Ia memperkirakan tarif fentanyl 10 persen akan dihapus pada pertemuan April.
China dijadwalkan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Shenzhen, Provinsi Guangdong, pada November, sementara Trump akan menjadi tuan rumah KTT G20 di Florida selatan pada Desember. Sebelumnya, Kementerian Perdagangan China menyatakan Beijing siap bekerja sama dengan Washington untuk mengelola perbedaan, mendorong kolaborasi lanjutan, serta menjaga hubungan ekonomi dan perdagangan yang stabil, sehat, dan berkelanjutan.
“Berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan, Tiongkok dan AS mengadakan lima putaran konsultasi ekonomi dan perdagangan pada tahun 2025, yang menghasilkan serangkaian hasil positif. Hal ini sepenuhnya menunjukkan bahwa China dan AS dapat menemukan cara untuk menyelesaikan masalah melalui dialog dan konsultasi yang setara,” kata Wakil Menteri Perdagangan Yan Dong, dikutip dari China Daily.
Perdue juga mengapresiasi meningkatnya keterlibatan Kongres AS, dengan menyebut kunjungan delegasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dipimpin Adam Smith pada tahun lalu sebagai agenda yang berjalan sangat baik.