Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

China-Inggris Makin Mesra Usai Starmer Temui Xi Jinping

Presiden China Xi Jinping (kanan) bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di sela-sela KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil (18/11/2024). (x.com/SpokespersonCHN)
Presiden China Xi Jinping (kanan) bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di sela-sela KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil (18/11/2024). (x.com/SpokespersonCHN)
Intinya sih...
  • Hubungan Inggris-China lebih dewasa dan strategis
  • Dalam pertemuan tersebut, Starmer menyebut China sebagai aktor kunci dalam tatanan dunia. Ia menekankan perlunya pendekatan baru dalam hubungan bilateral kedua negara.
  • Tarif impor whisky Inggris jadi hasil nyata
  • Usai pertemuan, Starmer menyampaikan kepada wartawan bahwa hubungan bilateral Inggris–China kini berada dalam posisi yang kuat. Ia menyebut kemajuan konkret telah dicapai, termasuk dalam isu tarif perdagangan.
  • Perjanjian bebas visa disepakati
  • Selain bertemu Xi, Starmer juga menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama setelah bertemu Perdana Menteri China Li Qiang.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyambut positif hasil pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, Kamis (29/1/2026). Ia menyebut adanya kemajuan yang sangat baik dalam sejumlah isu penting, termasuk perjalanan bebas visa dan penurunan tarif perdagangan.

Kunjungan ini menjadi lawatan perdana kepala pemerintahan Inggris ke China sejak 2018. Kunjungan terjadi saat meningkatnya upaya sejumlah negara Barat untuk memperbaiki hubungan dengan Beijing di tengah ketidakpastian global.

Pertemuan Starmer dan Xi berlangsung di Great Hall of the People, Beijing. Kedua pemimpin sepakat hubungan yang lebih erat diperlukan untuk menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks.

Starmer menegaskan, China memiliki peran penting di tingkat global, sementara Xi menekankan pentingnya membangun hubungan bilateral dengan perspektif jangka panjang.

1. Hubungan Inggris-China lebih dewasa dan strategis

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. (commons.wikimedia.org/Number 10, free license)
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. (commons.wikimedia.org/Number 10, free license)

Dalam pertemuan tersebut, Starmer menyebut China sebagai aktor kunci dalam tatanan dunia. Ia menekankan perlunya pendekatan baru dalam hubungan bilateral kedua negara.

“China adalah pemain penting di panggung global,” ujar Starmer kepada Xi, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (30/1/2026). Ia menambahkan, kedua negara perlu “membangun hubungan yang lebih canggih, di mana dapat mengidentifikasi peluang untuk berkolaborasi.

Presiden Xi Jinping juga menyoroti situasi internasional yang menurutnya semakin menantang. Ia menyebut kondisi global saat ini kompleks dan membutuhkan penguatan kerja sama antarnegara.

Xi menekankan pentingnya memperkuat hubungan China–Inggris dengan pandangan jangka panjang guna menghadapi tekanan geopolitik yang terus berkembang.

2. Tarif impor whisky Inggris jadi hasil nyata

Ilustrasi menikmati whisky ala Aberfeldy (Instagram.com/Aberfeldy)
Ilustrasi menikmati whisky ala Aberfeldy (Instagram.com/Aberfeldy)

Usai pertemuan, Starmer menyampaikan kepada wartawan bahwa hubungan bilateral Inggris–China kini berada dalam posisi yang kuat. Ia menyebut kemajuan konkret telah dicapai, termasuk dalam isu tarif perdagangan.

Downing Street mengonfirmasi tarif impor whisky asal Inggris ke China diturunkan menjadi 5 persen dari sebelumnya 10 persen.

Langkah ini disambut positif oleh Scotch Whisky Association. Organisasi tersebut menyatakan kebijakan ini berpotensi menghidupkan kembali ekspor ke China, yang mereka sebut sebagai pasar pertumbuhan prioritas.

Namun, langkah Inggris ini mendapat peringatan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ketika ditanya wartawan tentang Inggris yang memperluas kerja sama dengan China, Trump mengatakan hal itu sangat berbahaya bagi mereka.

3. Perjanjian bebas visa disepakati

ilustrasi visa double entry ke China
ilustrasi visa double entry ke China (pixabay.com/aumglobal2)

Selain bertemu Xi, Starmer juga menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama setelah bertemu Perdana Menteri China Li Qiang. Salah satunya adalah kesepakatan bebas visa bagi pemegang paspor Inggris yang berkunjung ke China hingga 30 hari.

Kebijakan ini menempatkan Inggris sejajar dengan sekitar 50 negara lain yang telah menikmati fasilitas serupa, termasuk Prancis, Jerman, Australia, dan Jepang. Kesepakatan ini juga menyusul perjanjian bebas visa China–Kanada yang dibuat awal bulan ini.

Kerja sama lainnya mencakup penanggulangan jaringan penyelundup migran, peningkatan ekspor Inggris ke China, sektor kesehatan, serta penguatan komisi perdagangan Inggris–China.

Meski demikian, Starmer mengakui masih ada isu sensitif yang dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk kasus tokoh media pro-demokrasi Hong Kong, Jimmy Lai.

“Kami memang melakukan diskusi yang penuh rasa saling menghormati mengenai hal itu,” kata Starmer, seraya menambahkan isu perlakuan terhadap warga Uyghur juga dibahas.

Share
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

KPK Mulai Usut Komunikasi Ridwan Kamil dengan Bank BJB

30 Jan 2026, 20:07 WIBNews