Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Izinkan Rusia Ekspor 300 Ribu Ton Diesel ke Pasar Global
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menandatangani dokumen perintah eksekutif di Gedung Putih pada 20 Januari 2025. (commons.wikimedia.org/The Trump White House)
  • Donald Trump mengizinkan Rusia mengekspor 300 ribu ton diesel ke pasar global, termasuk AS, guna meredam kenaikan harga akibat gangguan pasokan minyak dari Selat Hormuz.
  • Trump menyebut Rusia akan melanjutkan ekspor 500 ribu ton diesel pada November dan 1 juta ton lainnya secepatnya; OFAC menerbitkan izin umum sementara.
  • Ukraina dan Inggris mengecam kesepakatan tersebut, dengan Kyiv menilai pendapatan ekspor dapat mendanai perang Rusia, sementara London berjanji memperketat sanksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengizinkan Pemerintah Rusia untuk mengekspor 300 ribu ton bahan bakar diesel ke pasar global, termasuk ke AS. Trump menjelaskan, ini merupakan kesepakatan antara AS dan Rusia yang bertujuan untuk menurunkan harga bahan bakar global akibat terganggunya pasokan minyak dari Timur Tengah dari Selat Hormuz. 

“Dengan kontrol total kita atas Selat Hormuz dan pengumuman besar tentang energi Rusia ini, harga diesel untuk warga Amerika Serikat dan, bahkan, dunia, akan turun, dalam jumlah rekor dan dengan sangat cepat,” tulis Trump dalam sebuah unggahan Truth Social pada Jumat (9/0/2026), seperti dikutip Jerusalem Post. Trump menambahkan, pengiriman bahan bakar diesel ini merupakan hasil diskusi yang “Berjalan sukses” antaranya dirinya dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

1. Rusia merespons kesepakatan pengiriman bahan bakar diesel dengan AS

Trump menjelaskan, Rusia akan melanjutkan ekspor 500 ribu ton diesel pada November mendatang. Sementara itu, 1 juta ton lainnya akan diekspor sesegera mungkin agar harga bahan bakar global menurun gratis.  

Pemerintah Rusia lantas memberikan respons soal kesepakatan ini. Utusan Khusus Putin, Kirill Dmitriev, menyebut izin ekspor diesel yang diberikan Trump tidak hanya akan berguna bagi Moskow dan Washington saja, tetapi juga bagi seluruh negara di dunia. Sebab, pasokan bahan bakar diesel Rusia akan membantu menurunkan krisis energi yang kini terjadi akibat perang AS dan Iran. 

“Hari ini, atas arahan Presiden Trump, Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Kementerian Keuangan AS segera mengeluarkan izin umum sementara untuk memungkinkan pasokan solar Rusia ke pasar global,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Keuangan AS di laman X resminya. 

2. Ukraina mengecam kesepakatan AS dan Rusia

potret Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (commons.wikimedia.org/The Presidential Office of Ukraine)

Di sisi lain, kesepakatan ekspor minyak antara AS dan Rusia tadi dikecam keras oleh Ukraina. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan, kesepakatan tersebut akan memberi kesempatan Rusia untuk terus menyerang negaranya. Sebab, uang hasil ekspor minyak tersebut akan digunakan Moskow untuk memenuhi kebutuhan perang. 

"Hadiah untuk Putin tidak akan membawa perdamaian atau manfaat apa pun bagi dunia yang beradab. Rusia akan membalas solar itu dengan teror dan pengkhianatan lebih lanjut. Mengizinkan Rusia menjual produk minyak bumi adalah investasi dalam perang yang harus diakhiri, bukan diperpanjang. Hal yang dibutuhkan adalah de-eskalasi nyata dengan Rusia atas dasar timbal balik," kata Zelenskyy.

3. Inggris juga mengecam kesepakatan AS dan Rusia

potret bendera Inggris (pexels.com/Shola Pixel)

Selain Ukraina, kesepakatan tersebut juga dikecam oleh Inggris. Inggris menegaskan akan selalu berada di sisi Ukraina untuk melawan agresi Rusia. Negeri Ratu Elizabeth tersebut juga mengatakan akan terus meningkatkan sanksi ekonomi terhadap Moskow agar mereka tidak bisa melanjutkan agresinya terhadap Kyiv.

"Posisi Inggris sangat jelas. Kami akan terus bekerja sama erat dengan mitra internasional untuk memastikan Ukraina memiliki dukungan militer dan keuangan yang dibutuhkan untuk mempertahankan diri. Kami juga akan terus menekan Rusia melalui rezim sanksi terberat yang pernah diberlakukan oleh Inggris," kata Juru Bicara Pemerintah Inggris yang tidak disebut namanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article