Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trump Kirim Kapal Rumah Sakit ke Greenland, Diprotes Warga Setempat
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
  • Presiden AS Donald Trump mengirim kapal rumah sakit USNS Mercy ke Greenland untuk memberikan bantuan medis, bekerja sama dengan Gubernur Louisiana Jeff Landry.
  • Langkah ini menuai kebingungan karena layanan kesehatan di Greenland sudah gratis dan memadai, membuat sejumlah aktivis menolak bantuan tersebut.
  • Tindakan Trump dianggap memperkuat dugaan bahwa ia masih memiliki ambisi menguasai Greenland, meski sebelumnya telah sepakat menghormati kedaulatannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada Sabtu (21/2/2026) mengatakan dirinya telah mengirim kapal rumah sakit ke Greenland. Kapal tersebut, kata Trump, akan digunakan untuk membantu warga Greenland yang sedang sakit.

“Bekerja sama dengan Gubernur Louisiana yang luar biasa, Jeff Landry, kami akan mengirimkan kapal rumah sakit yang hebat ke Greenland untuk merawat banyak orang yang sakit dan tidak mendapatkan perawatan di sana. Kapal itu sedang dalam perjalanan,” tulis Trump di Truth Social.

“Terima kasih, Presiden @realDonaldTrump! Bangga bekerja sama dengan Anda dalam isu penting ini!” balas Landry di laman X pribadinya.

1. Kapal yang dikirim biasanya angkut bantuan kemanusiaan

Kapal rumah sakit USNS Mercy milik Amerika Serikat sedang berada di laut Vietnam. (commons.wikimedia.org/Petty Officer 2nd Class Mark Logico)

Kapal yang dikirim Trump ke Greenland bernama USNS Mercy. USNS Mercy sendiri merupakan salah satu dari dua kapal rumah sakit yang dimiliki pasukan angkatan laut AS. Kapal tersebut biasa digunakan untuk mengirim bantuan kemanusiaan, menolong korban bencana, dan untuk memenuhi kebutuhan darurat kesehatan lainnya.

Selain USNS Mercy, AS juga kerap menggunakan kapal rumah sakit USNS Comfort untuk melakukan misi kemanusiaan. Kapal tersebut pernah digunakan AS pada 2020 lalu untuk menangani pasien-pasien COVID-19 di New York. Sebab, New York saat itu menjadi pusat penyebaran virus COVID-19 di Negeri Paman Sam.

2. Greenland seharusnya tidak membutuhkan bantuan kapal rumah sakit dari AS

potret wilayah Greenland (pexels.com/Lara Jameson)

Pengiriman kapal rumah sakit USNS Mercy ke Greenland ini memunculkan kebingungan. Sebab, layanan kesehatan di Greenland sudah terjamin karena bisa diakses secara gratis sehingga mereka seharusnya tidak membutuhkan bantuan kesehatan, termasuk kapal rumah sakit, dari negara mana pun. 

Oleh karena itu, sejumlah aktivis di Greenland memberikan respons negatif terhadap pengiriman kapal rumah sakit dari AS tersebut. Salah satu aktivis yang berkomentar adalah Orla Joelsen. Menurutnya, Greenland tidak membutuhkan bantuan kesehatan dari negara mana pun, termasuk dari AS. Sebab, layanan kesehatan di Greenland sudah sangat baik sehingga rakyat juga punya kualitas kesehatan yang baik.

“Tidak, terima kasih!!! Kami di Greenland sehat dan sejahtera. (Kami) didukung oleh makanan tradisional kami sendiri, termasuk lemak anjing laut, yang kaya akan vitamin dan nutrisi yang telah menjaga populasi kami tetap kuat selama beberapa generasi,” ujar Joelsen dalam sebuah unggahan di X.

3. Trump masih ingin menguasai Greenland

potret kapal rumah sakit USNS Mercy milik Amerika Serikat (commons.wikimedia.org/U.S. Navy photo by Chief Photographer's Mate Edward G. Martens)

Pengiriman kapal rumah sakit yang dilakukan AS ini memperkuat asumsi bahwa Trump masih ingin mengambil alih wilayah Greenland. Pada Januari 2026 lalu, Trump sebetulnya sudah sepakat untuk berhenti mengusik kedaulatan Greenland. Sebagai gantinya, AS akan mendapatkan akses ke sumber daya mineral yang ada di sana. 

Namun, Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menegaskan Greenland harus tetap berhati-hati. Sebab, menurutnya, Trump masih ingin mengambil alih wilayah Greenland suatu saat nanti.

"Aku rasa keinginan Presiden AS masih sama, (yakni mengambil alih wilayah Greenland). Dia sangat serius tentang hal ini," kata Frederiksen dalam pidatonya saat menghadiri Konferensi Keamanan di Munich, Jerman, pada 14 Februari 2026 lalu dilansir USA Today.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team