Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trump Klaim Bisa Ambil Uranium Tanpa Persetujuan Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang sedang diwawancara oleh wartawan di Gedung Putih, Washington D.C., pada 8 Mei 2026. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Donald Trump mengklaim Amerika Serikat bisa mengambil uranium Iran tanpa izin, namun ia enggan bertemu Pemimpin Tertinggi Iran kecuali hubungan kedua negara membaik.
  • Trump menyebut proses pengambilan uranium Iran sulit dan memakan waktu dua minggu karena seluruh cadangan terkubur di bawah tanah pascaserangan AS dan Israel pada 2025.
  • Iran menolak menyerahkan uranium kepada AS, sementara Trump bersikeras ingin mengambilnya untuk mencegah pengembangan senjata nuklir oleh Teheran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bisa mengambil uranium Iran tanpa persetujuan dari mereka. Trump juga enggan bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, untuk membicarakan hal tersebut. Namun, ia mengatakan, jika AS dan Iran sudah berdamai, ia kemungkinan akan bersedia bertemu dengan Khamenei.  

"Kita bisa mendapatkannya sekarang juga. Saya rasa, mereka tidak bisa menghentikan kita meskipun kita mau, tetapi tidak ada alasan untuk itu. Itu (uranium) sudah terkubur," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, Washington D.C., Kamis (4/6/2026), seperti dilansir Jerusalem Post

1. Trump menyebut mengambil uranium Iran bukan perkara mudah

potret uranium (commons.wikimedia.org/United States Department of Energy)

Meski begitu, Trump mengakui bahwa mengambil uranium bukan perkara mudah dan butuh waktu yang tidak sebentar. Menurut Trump, dibutuhkan waktu setidaknya dua pekan untuk mengambil semua cadangan uranium milik Iran. Sebab, semua cadangan uranium mereka kini terkubur di bawah tanah. 

"Pergi ke sana (Iran) tidak semudah ke Venezuela. Anda harus berada di sana selama dua minggu. Anda membutuhkan banyak peralatan. Ada saatnya di awal (perang) ketika kami berpikir untuk melakukannya. Benda itu (uranium Iran) sedang difoto dari setiap sudut. Kita bisa mengungkapkannya sekarang. Jika ada yang mendekatinya, kita tahu apa yang harus dilakukan," jelas Trump.

2. Iran saat ini punya 440 kilogram cadangan uranium

potret uranium (flickr.com/James St. John via commons.wikimedia.org/James St. John)

Sebagai informasi, Iran saat ini diprediksi memiliki cadangan uranium yang sudah diperkaya sebesar 970 pound atau 440 kilogram. Dilansir Al Jazeera, jumlah ini setara dengan 60 persen dari total kebutuhan uranium untuk membuat senjata nuklir. Semua uranium tersebut dikabarkan terkubur di bawah tanah imbas serangan AS dan Israel ke Iran pada 2025 lalu. 

Jika ingin membuat senjata nuklir, stok uranium Iran harus mencapai 90 persen. Namun, menurut Kepala International Atomic Energy Agency (IAEA), Rafael Grossi, cadangan uranium yang dimiliki Iran saat ini sudah cukup untuk membuat sekitar sepuluh hulu ledak nuklir. Inilah yang membuat Trump ketar-ketir dan ingin segera mengambil uranium milik Iran. 

3. Iran tidak ingin menyerahkan uraniumnya ke AS

ilustrasi penolakan (pexels.com/Monstera Production)

Pemerintah Iran sebetulnya sudah menegaskan tidak akan menyerahkan uraniumnya ke pihak mana pun, termasuk ke AS. Sebab, semua cadangan uranium yang dimiliki Iran akan digunakan untuk kepentingan negara. 

Namun, Trump bersikukuh ingin mengambil uranium Iran. Sebab, Trump tidak ingin Iran menggunakan uraniumnya untuk mengembangkan program senjata nuklir. Pada 21 Mei lalu, ia bahkan berjanji akan mengambil semua stok uranium yang dimiliki Iran, apa pun dan bagaimana pun caranya. 

"Kita akan mendapatkannya (uranium milik Iran). Kita tidak membutuhkannya dan kita tidak menginginkannya. Kita mungkin akan menghancurkannya setelah mendapatkannya. Namun, kita tidak akan membiarkan mereka (Iran) memilikinya," tegas Trump.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article