ilustrasi perang (pexels.com/Mohammed Ibrahim
Israel melancarkan serangan skala besar ke berbagai wilayah Lebanon yang menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai lebih dari 1.160 lainnya. Target serangan meliputi kawasan padat seperti permukiman, masjid, fasilitas kesehatan, kendaraan, hingga area pemakaman di Beirut, Dahiyeh, Bekaa, Gunung Lebanon, dan wilayah selatan, termasuk serangan di Shmestar yang menewaskan sedikitnya 20 orang.
Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nassereddine menjelaskan kebutuhan terus meningkat di tengah luasnya serangan. Ia menyebut pihaknya menghadapi eskalasi berbahaya dengan lebih dari 100 serangan udara yang menyasar warga sipil di berbagai wilayah.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam meminta komunitas internasional segera mengambil tindakan. Ia menyatakan Israel tidak menunjukkan kepedulian terhadap upaya penghentian perang serta mengabaikan prinsip hukum internasional dan hukum humaniter.
Hizbullah menilai serangan tersebut sebagai bentuk kekejaman ekstrem yang menargetkan kawasan sipil. Kelompok itu menyebutnya sebagai kejahatan perang dan genosida serta menegaskan haknya untuk melakukan perlawanan.
Di sisi lain, militer Israel menyatakan telah menyerang lebih dari 100 target Hizbullah seperti peluncur rudal, pusat komando, dan fasilitas intelijen. Mereka juga menuduh Hizbullah memanfaatkan warga sipil sebagai perisai manusia serta menyerukan agar masyarakat Lebanon menolak aktivitas kelompok tersebut di area sipil.