Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Ngaku Berhak Raih Nobel Perdamaian 2026, tapi Ragu Bakal Dapat
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/Michael Vadon)
  • Donald Trump menyatakan berhak meraih Nobel Perdamaian 2026 karena mengklaim terlibat menyelesaikan delapan konflik, termasuk Israel-Palestina serta Rusia-Ukraina, sejak Januari 2026.
  • Trump mengaku ragu Komite Nobel Norwegia akan memilihnya, meski ia telah mengincar penghargaan tersebut sejak kembali menjabat Presiden AS pada Januari 2025.
  • Maria Corina Machado pernah menyerahkan Nobel Perdamaian 2025 kepada Trump, tetapi Komite Nobel menyatakan penghargaan tidak dapat dipindahtangankan; penerima Nobel 2026 diumumkan 9 Oktober.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan dirinya sangat berhak untuk mendapatkan hadiah nobel perdamaian 2026. Sebab, Trump menilai ia sudah sangat berkontribusi terhadap perdamaian dunia. Namun, Trump mengaku ragu akan mendapatkan hadiah nobel tersebut.

"Saya tidak tahu apa keputusan mereka nanti. Mereka memiliki reputasi mungkin tidak akan memberikannya kepada orang-orang seperti saya," kata Trump kepada awak media di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington D.C., pada Rabu (7/10/2026), seperti dilansir Jerusalem Post

1. Trump mengklaim sudah terlibat penyesaian delapan konflik sejak awal 2026

Sejumlah bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). (unsplash.com/Emad El Byed)

Dalam pernyataannya, Trump mengklaim telah terlibat dalam penyelesaian delapan konflik sejak Januari 2026. Dimulai dari konflik antara Israel dan Palestina hingga konflik Rusia dan Ukraina. Melihat pencapaian itu, Trump menilai sudah saatnya dirinya mendapatkan hadiah nobel perdamaian pada tahun ini.

"Sudah saatnya (saya mendapatkan hadiah nobel perdamaian. Namun, saya merasa sangat terhormat menerimanya secara tidak langsung terakhir kali dari penerima yang mengatakan bahwa tidak ada seorang pun dalam sejarah yang lebih pantas menerimanya daripada Presiden Trump," lanjut Trump.

2. Trump ngebet raih nobel perdamaian sejak menjabat lagi sebagai Presiden AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menari di acara kampanye pemilihan Presiden AS pada 23 Agustus 2024 di Glendale, Arizona. (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Trump sendiri memang sudah berambisi untuk mendapatkan nobel perdamaian sejak kembali menjabat sebagai Presiden AS pada Januari 2025 lalu. Namun, Komite Nobel Norwegia ketika itu memutuskan untuk memberikan hadiah nobel perdamaian ke pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado.

Keputusan Komite Nabel Norwegia tersebut kala itu membuat Trump naik pitam. Sebab, ia menilai tidak ada seorang pun di dunia ini yang berhak mendapatkan hadiah nobel perdamaian selain dirinya. Sebab, Trump menilai dirinya sudah banyak berkontribusi dalam mendamaikan dunia.

3. Machado memberikan hadiah nobelnya ke Trump

potret Pemimpin Oposisi Venezuela sekaligus pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2025, Maria Corina Machado (commons.wikimedia.org/Kevin Payravi)

Namun, pada Januari lalu, Machado akhirnya bersedia memberikan hadiah nobel perdamaian yang ia dapat pada 2025 kepada Trump. Sebab, ia menilai Trumplah yang berhak mendapatkan penghargaan tertinggi tersebut. Meski demikian, Komite Nobel Norwegia menganggap tindakan tersebut tidak sah. Sebab, hadiah nobel yang sudah diberikan tidak bisa dipindahtangankan ke pihak lain tanpa pertimbangan dan persetujuan mereka.

Sebagai informasi, hadiah nobel perdamaian 2026 akan kembali diberikan pada Jumat (9/10/2026). Nobel ini akan diberikan kepada tokoh dunia yang berdasarkan pertimbangan Komite Nobel Norwegia telah berkontribusi terhadap perdamaian dunia. Hadiah inilah yang sangat didambakan oleh Trump.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article