Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Duga Iran Jadi Dalang Pembajakan Pesawat Flydubai

2 min read
Trump Duga Iran Jadi Dalang Pembajakan Pesawat Flydubai
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Donald Trump menduga Iran berada di balik pembajakan Flydubai pada 30 September, tetapi tidak memaparkan dasar dugaan tersebut.
  • Wakil Presiden JD Vance menyatakan belum ada bukti kuat keterlibatan Iran dan memilih menunggu hasil investigasi aparat serta badan intelijen.
  • Intelijen awal menduga kopilot Hammam Al-Hammami bertindak sendiri, menikam pilot untuk mengambil alih pesawat dan berencana menabrakkannya ke Bandara Ben-Gurion.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menduga Iran bertanggung jawab atas pembajakan pesawat Flydubai yang terjadi pada 30 September pekan lalu. Dugaan itu ia sampaikan saat ditanya wartawan pada Senin (5/10/2026).

"Ya, saya percaya. Saya pribadi percaya (Iran bertanggung jawab atas pembajakan pesawat Flydubai)," ujar Trump tanpa menjelaskan lebih lanjut dasar dari dugaan tersebut, seperti dilansir Fox News.

  1. 1. Wakil Presiden AS ragu Iran bertanggung jawab atas pembajakan pesawat Flydubai

     Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, sedang berpidato di acara AmericaFest 2025 di Phoenix Convention Center, Arizona.
    Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, sedang berpidato di acara AmericaFest 2025 di Phoenix Convention Center, Arizona. (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

    Berbeda dengan Trump, Wakil Presiden AS, JD Vance, justru ragu Iran terlibat dan bertanggung jawab atas pembajakan pesawat Flydubai. Sebab, hingga saat ini, belum ada bukti kuat yang bisa menunjukkan dugaan tersebut.

    Oleh karena itu, dalam pernyataannya sebelum terbang ke Alaska pada Senin, Vance mengatakan akan menunggu bukti-bukti penyelidikan pembajakan pesawat Flydubai. Sebab, proses investigasi soal insiden tersebut kini masih dilakukan oleh pihak berwajib.

    "Itu adalah sesuatu yang saya serahkan kepada (Direktur CIA) John Ratcliffe dan beberapa orang dari badan intelijen. Saya tidak ingin mendahului pengumuman apa pun, tetapi itu tentu saja sesuatu yang sedang kami pertimbangkan. Namun, saya belum melihat sesuatu yang pasti," ujar Vance dilansir USA Today.

  2. 2. Pelaku pembajakan pesawat Flydubai diduga bertindak sendiri

    Pesawat Flydubai.
    potret pesawat Flydubai (pexels.com/Shaahy)

    Di sisi lain, sejumlah informasi intelijen justru menyebut kopilot Flydubai, Hammam Al-Hammami, bertindak sendiri dalam melakukan pembajakan pada pekan lalu. Dengan kata lain, pembajakan tersebut murni keinginan dirinya sendiri tanpa ada paksaan atau perintah dari pihak mana pun, terutama dari Iran.

    Hasil penyelidikan awal juga mengungkapkan, Hammami sengaja menikam pilot Flydubai, Smit Machchhar, karena ingin mengambil alih kendali pesawat. Sebab, saat diinterogasi pihak penyelidik pada Minggu (4/10/2026), Al-Hammami mengaku ingin menabrakkan pesawat yang ia bawa ke Bandara Ben-Gurion yang ada di Israel.

    "Saya mencoba melamar pekerjaan di semua maskapai penerbangan. Saya merencanakan operasi ini bahkan sebelum diterima oleh perusahaan mana pun. Tujuannya adalah untuk menabrakkan pesawat ke Bandara Ben-Gurion," jelas Al-Hammami dilansir Jerusalem Post.

  3. 3. Trump akan serang Iran jika terbukti jadi dalang pembajakan pesawat Flydubai

    Bendera Iran sedang berkibar.
    potret bendera Iran (pixabay.com/Chickenonline)

    Sebelumnya, Trump mengatakan dirinya akan menyerang Iran dengan kekuatan yang besar jika mereka terbukti jadi dalang pembajakan pesawat Flydubai. Namun, ia mengatakan tetap akan menunggu hasil investigasi pihak berwenang sebelum melakukan tindakan apa pun.

    "Oh, tentu. Mereka (Iran) akan dihantam sangat keras (jika terbukti bertanggung jawab atas pembajakan pesawat Flydubai). Jangan khawatir soal itu," ujar Trump pada 1 Oktober dilansir Euronews.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More